Penjualan Ritel Inggris Mengalami Rebound

Laju penjualan ritel Inggris untuk bulan Mei mengalami rebound yang jauh lebih kuat dari yang diperkirakan di awal, seiring negara tersebut telah melonggarkan kebijakan lockdown secara bertahap, namun untuk pinjaman publik dan hutang telah mencapai rekor tertingginya melewati 100% dari output ekonomi.

Data resmi menunjukkan volume penjualan ritel pada bulan Mei mengalami lonjakan ke rekor 12.0%, setelah penurunan bersejarah sebesar 18% di bulan April, masih lebih tinggi diatas perkiraan ekonom dalam jajak pendapat Reuters, namun masih meninggalkan penuruan penjualan sebesar 13.1% di tahun lalu.

Gubernur Bank of England Andrew Bailey mengatakan pada hari Kamis bahwa ekonomi Inggris berada di jalur penyusutan yang sedikit lebih besar pada semester pertama tahun ini, meskipun ini berarti akan selalu ada rebound yang kuat.

Inggris menutup pengecer yang tidak penting untuk umum pada akhir Maret dan hanya sejumlah kecil yang dapat dibuka kembali pada bulan Mei seperti Garden Center, sementara toko-toko lainnya di Inggris diizinkan untuk dibuka kembali pada 15 Juni dengan batasan jumlah pelanggan yang diizinkan masuk.

Penjualan di toko non-makanan meningkat 23.7% pada bulan Mei, tetapi masih mencatat penurunan 42.1% di tahun sebelumnya, seiring toko pakaian menjadi kategori yang paling mendapat tekanan dengan penurunan penjualan lebih dari 60%.

Pinjaman bersih sektor publik, yang melonjak untuk mendanai peningkatan pengeluaran publik yang besar dari pemerintah, mencapai 55.2 Pounds ($68.7 milliar) pada bulan Mei, yang mencatat rekor tertinggi setelah pembacaan April direvisi turun menjadi 48.5 miliar Pounds dari 62.1 miliar Pounds.

Sedangkan tingkat hutang sektor publik naik hingga di atas 100% dari output ekonomi Inggris untuk pertama kalinya sejak 1963, saat Inggris harus membayar biaya Perang Dunia II.

Pada bulan April dan Mei, tingkat pinjaman mencapai 103.7 milliar Pounds, lebih tinggi sekitar 87 milliar Pounds dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.(WD)

Related posts