Header Ads

Penjualan Ritel Jerman Anjlok Di Bulan Desember

Seiring keputusan pemerintah Jerman untuk memperketat kebijakan lockdown sebagai langkah-langkah pencegahan penyebaran virus corona, maka hal ini memberi hambatan yang besar bagi laju pengeluaran konsumen di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut.

Kantor Statistik Federal Jerman melaporkan bahwa laju penjualan ritel di bulan Desember mengalami penurunan tajam hingga sebesar 9.6% secara riil setelah direvisi turun 1.1% di bulan November lalu, yang mana pembacaan di bulan Desember ini menggarisbawahi perkiraan penurunan sebesar 2.6% dalam jajak pendapat dari Reuters.

Namun demikian laju penjualan ritel selama tahun 2020 justru dilaporkan mengalami kenaikan 3.9% secara riil, meskipun gelombang pandemi masih melanda saat itu, akan tetapi angka tersebut masih dibawah perkiraan kenaikan 4.1% dari para analis.

Meskipun pengeluaran konsumen Jerman mengalami tekanan cukup besar, namun pasar saham Eropa dibuka di kisaran yang lebih tinggi di sesi perdagangan awal pekanb ini, mengalami rebound setelah dilanda aksi jual di pekan lalu akibat tekanan yang ditimbulkan oleh aksi hedge fund dan investor ritel.

Tekanan tersebut sepertinya sedikit mereda seiring fokus dari para daily trader nampaknya sedikit bergeser kepada pembelian komoditas perak sehingga logam ini mengalami lonjakan hingga 6% ke level tertingginya dalam enam bulan, yang mungkin sedikit membatasi kebutuhan penjualan yang mengalami tekanan oleh hedge fund.

Kenaikan yang dialami oleh bursa Eropa ini tetap terjadi meskipun dua rilisan data PMI dari Cina menunjukkan aktifitas ekonomi negara tersebut mengalami perlambatan di bulan Januari akibat kebijakan lockdown yang membawa dampak ke sejumlah wilayah.

Saat berita ini dibuat para investor di kawasan Eurozone tengah menunggu sejumlah data yang akan memuat aktifitas sektor manufaktur di sejumlah negara besar di kawasan tersebut.(WD)

Related posts