Penjualan Ritel Jerman Naik Lebih Besar Dari Harapan

Laju penjualan ritel Jerman di bulan Agustus dilaporkan mengalami kenaikan lebih besar dari yang diharapkan sebelumnya, sehingga meningkatkan harapan bahwa laju pengeluaran rumah tangga di negara ekonomi terbesar Eropa tersebut akan mampu mendorong laju pemulihan yang kuat di kuartal ketiga ini.

Sejak bulan Maret lalu Kanselir Angela Merkel dan Menteri Keuangan Olaf Scholz telah mengeluarkan serangkaian tindakan penyelamatan dan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya untuk membantu perusahaan dan konsumen pulih secepat mungkin dari resesi terdalam Jerman yang pernah tercatat.

Langkah-langkah tersebut termasuk bantuan likuiditas tak terbatas untuk perusahaan yang kesulitan, skema perlindungan kerja besar-besaran untuk melindungi pekerja dari pengangguran mendadak serta pemberian uang tunai untuk orang tua dan pemotongan PPN sementara untuk meningkatkan permintaan domestik.

Namun demikian ada sedikit keraguan mengenai apakah pemotongan PPN, yang berlaku dari 1 Juli hingga 31 Desember mendatang, akan benar-benar membawa keberhasilan menyusul sejumlah perusahaan yang nampaknya tidak menersukan kebijakan pengurangan tersebut kepada para konsumennya.

Akan tetapi angka penjualan ritel yang dirilis oleh Kantor Statistik Federal menunjukan lonjakan 3.1% di bulan Agustus secara riil, setelah mengalami penurunan yang direvisi naik di angka 0.2% pada bulan Juli sebelumnya, sementara perkiraan dari Reuters menunjukkan kenaikan yang lebih kecil di angka 0.5%.

Tingkat permintaan terhadap produk perabotan dan peralatan rumah tangga mencatat kenaikan 8% dan para pengecer online terus mendapatkan keuntungan dari perubahan kebiasaan konsumen dengan penjualan yang melonjak sebesar 23% di periode yang sama, dan hal ini telah mengorbankan toko-toko pakaian dan sepatu yang mengalami penurunan penjualan hingga sebesar 10%.

Sebelummnya asosiasi bisnis telah memperingatkan bahwa krisis yang terjadi akibat virus corona, telah mempercepat transformasi struktural di sektor ritel Jerman, saat para konsumen berpindah secara online dan menghindar dari gerai toko di sejumlah kota-kota di negara tersebut.

Untuk tingkat tahunan laju penjualan ritel mencatat kenaikan 3.7% secara riil setelah direvisi naik sebesar 5.0% di bulan sebelumnya, dan jika dibandingkan dengan bulan Februari, sebelum terjadinya pandemi Covid-19 di Jerman, penjualan ritel di bulan Agustus tercatat lebih tinggi 5.8% yang menunjukkan sektor tersebut telah mengesampingkan krisis yang terjadi.

Pada pekan lalu asosiasi ritel HDE mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan penjualan nominal akan tumbuh 1.5% di tahun ini, meskipun terjadi pandemi, yang mana ini merupakan revisi kenaikan tajam dari perkiraan penurunan sebesar 4% sebelumnya.

Selain itu asosiasi tersebut juga telah menilai dari lonjakan penjualan online serta langkah-langkah stimulus pemerintah yang telah meningkatkan konsumsi swasta sekaligus mendorong sektor ritel secara keseluruhan.(WD)

Related posts