Permintaan Safe Haven Meningkat Di Tengah Kekhawatiran Terhadap Mata Uang Emerging Market

Mata uang Dollar dan Yen masing-masing menguat terhadap mata uang utama lainnya seiring para investor meningkatkan permintaan mereka terhadap aset safe haven di tengah ketegangan sektor perdagangan global dan memuncaknya kekhawatiran terhadap nilai mata uang di negara berkembang.

Kekhawatiran ini sebagian besar dipicu oleh sikap Presiden AS Donald Trump dengan kebijakan proteksionisme “America First”, menyusul pernyataan Trump yang mengatakan bahwa tidak perlu menjaga Kanada sebagai anggota NAFTA serta pernyataan beliau yang memberikan peringatan terhadap Kongres untuk tidak ikut campur dalam pembicaraan untuk merubah skema perjanjian perdagangan NAFTA atau dirinya akan membubarkan pakta perdagangan dari tiga negara tersebut jika Kongres mengintervensi kebijakannya.

Kenaikan Dollar ini tidak terlepas dari statusnya sebagai mata uang cadangan dunia yang cenderung menarik untuk dijadikan safe haven di saat terjadinya ketegangan geopolitik dan gejolak di pasar global. Sementara itu Yen terpantau naik 0.05% terhadap Dollar di sesi perdagangan Asia, serta menguat terhadap Euro di tengah anjloknya sejumlah mata uang di negara berkembang, termasuk Peso Argentina, Lira Turki, Rand Afrika Selatan, Real Brazil, Rupiah Indonesia dan Rupee India.

Masafumi Yamamoto, kepala strategi mata uang di Mizuho Securities, menilai bahwa jika kecemasan di emerging market menjadi faktor penyebab penurunan prospek ekonomi global, maka hal ini akan menimbulkan sentimen negatif bagi ekonomi negara-negara pengekspor sumber daya dan nilai mata uangnya seperti Dollar Australia dan Selandia Baru.(WD)

Related posts