Permintaan Safe Haven Yen Berkurang

Safe-haven yen sedikit berkurang pada hari Rabu di tengah tanda-tanda China sedang berusaha untuk menangkis ancaman ekonomi dari virus corona, sehingga mendukung kepercayaan investor karena penyebaran wabah tampaknya melambat.

China mencatat kenaikan infeksi baru harian terendah sejak 29 Januari, dilihat oleh beberapa investor sebagai indikasi upaya penahanannya berhasil.

Sementara itu, sebuah laporan Bloomberg, mengutip sumber-sumber, bahwa China sedang mempertimbangkan suntikan uang tunai atau merger untuk menyelamatkan maskapai yang terkena virus. Ini juga mendukung minat terhadap risiko.

Itu mendorong yen ke sisi yang lebih lemah yaitu 110 per dolar dan memberi sedikit dorongan pada mata uang ekspor Asia.

Virus corona baru telah menyebabkan 2.004 kematian di China dan menginfeksi lebih dari 74.000 orang.

Langkah-langkah untuk menahannya telah melumpuhkan ekonomi dan pasar tetap gelisah karena tingkat kerusakan pada perdagangan regional dan rantai pasokan global menjadi lebih jelas.

Kurva yields antara obligasi AS 3-bulan dan obligasi AS 10-tahun terbalik (inverted)semalam, sinyal ekonomi bearish, sementara keteguhan dalam mata uang eksportir sama sekali tidak berarti rebound.

Yen diperdagangkan 0,2% lebih lemah pada sore hari di 110,05 per dolar.

Related posts