Pertumbuhan Aktifitas Pabrik Cina Mengalami Perlambatan

Aktifitas sektor pabrikan di Cina dilaporkan tumbuh lembih lambat di bulan Agustus, seiring banjir yang melanda wilayah barat daya Cina sehingga mengganggu produksi, namun sektor jasa justru berkembang di tingkat yang solid dalam mendorong laju ekonomi untuk terus pulih dari hantaman pandemi virus.

Biro Statistik Nasional menunjukkan data resmi manufacturing PMI mencatat sedikit penurunan menjadi 51 di bulan Agustus dari 51.1 di bulan Juli, namun masih berada di atas level 50 yang memisahkan zona pertumbuhan dan kontraksi, sementara analis mengharapkan pertumbuhan di angka 51.2.

Sebagian besar instrumen ekonomi di Cina telah berhasil bangkit kembali dari krisis kesehatan, meskipun ketegangan antara Cina dan AS nampaknya semakin intensif terhadap berbagai masalah dan prospek permintaan global tetap menjadi faktor risiko.

Sektor industri Cina secara lebih luas dinilai telah kembali ke level sebelum terjadinya pandemi akibat laju permintaan yang terpendam, perluasan infrastruktur yang didukung stimulus serta laju ekspor yang tangguh sehingga mendorong pemulihan, namun laju pemulihan tetap tidak merata.

Ahli statistik senior di NBS, Zhao Qinghe mengatakan dalam pernyataan terpisah bahwa sub-indeks untuk aktifitas perusahaan dalam skala kecil berada di angka 47.7 di bulan Agustus, turun dari 48.6 di bulan Juli, seiring lebih dari setengah total perusahaan tersebut melaporkan kurangnya laju permintaan pasar dan sekitar 40% dari mereka melaporkan masalah keuangan mereka.

Qinghe mengatakan lebih lanjut bahwa selain itu beberapa perusahaan di Chongqing dan Sichuan melaporkan dampak dari hujan lebar dan banjir yang mengakibatkan siklus pengadaan bahan baku yang berkepanjangan, berkurangnya pesanan serta mundurnya produksi pabrik.

Data PMI resmi, yang sebagian besar berfokus pada perusahaan besar dan milik negara, juga menunjukkan sub-indeks untuk pesanan ekspor baru berdiri di 49.1 pada Agustus, mengalami peningkatan dari 48.4 sebulan sebelumnya dan menunjukkan penurunan dalam tren kontraksi setelah pandemi Covid-19 melanda.

Nampaknya sejumlah indikator ekonomi mulai dari perdagangan hingga harga produsen, semuanya menunjukkan adanya peningkatan lebih lanjut di sektor industri, serta tingkat keuntungan di perusahaan industri Cina pada bulan lalu menunjukkan pertumbuhan di laju tercepatnya sejak Juni 2018.

Sementara itu data non-manufacturing PMI resmi, yang mencakup sektor jasa dan konstruksi, dilaporkan naik menjadi 55.2 dari 54.2 pada bulan Juli sebelumnya, namun aktifitas di sektor konstruksi yang menjadi pendorong pertumbuhan domestik yang kuat, dilaporkan sedikit berkurang di bulan Agustus yang kemungkinan besar akibat dari banjir di wilayah Cina Selatan.

Bank investasi HSBC memperkirakan ekonomi China akan tumbuh sebesar 5.4% pada kuartal ketiga tahun-ke-tahun, diikuti oleh ekspansi 6.2% pada kuartal keempat, mengembalikan pertumbuhan China ke level sebelum dilanda pandemi Covid-19.

Akan tetapi sejumlah analis merasa khawatir bahwa laju pemulihan dapat terhenti menyusul kerugian yang diakibatkan oleh meningkatnya ketegangan antara Washington dan Beijing, selain itu jumlah kasus infeksi virus yang meningkat di banyak negara seperti India dan AS dinilai akan tetap menjadi risiko.

Salah seorang ekonom senior di Capital Economics Cina, Julian Evans-Pritchard mengatakan bahwa kenaikan aktifitas sektor jasa menunjukkan perluasan yang menggembirakan dari pemulihan dan menilai bahwa ini konsisten dengan penilaian pihaknya bahwa rebound yang dipicu investasi yang pada akhirnya juga akan menopang sentimen konsumen dan belanja rumah tangga yang menjaga pemulihan ekonomi secara keseluruhan tetap berada di jalurnya.(WD)

Related posts