Pertumbuhan Ekonomi Eurozone Melambat Selama Kuartal Kedua

Pertumbuhan ekonomi di kawasan Euro pada periode April – Juni, dilaporkan melambat hingga setengah dari laju pertumbuhan di kuartal sebelumnya, meskipun tingkat pengangguran dilaporkan turun hinga ke level terendahnya dalam 11 tahun terakhir.

Data estimasi awal dari Eurostat mengenai pertumbuhan produk domestik bruto di kawasan tersebut, memberikan gambaran bahwa ekonomi hanya mampu tumbuh 0.2% di periode triwulan kedua, lebih rendah dari pertumbuhan 0.4% di kuartal sebelumnya, namun sesuai dengan harapan para ekonom. Untuk tingkat tahunan, laju pertumbuhan PDB di Eurozone dilaporkan sebesar 1.1%, melambat dari pertumbuhan 1.2% di periode Januari hingga Maret.

Pertumbuhan yang lebih lambat tercermin dari melambatnya laju pertumbuhan harga konsumen, menyusul data flash estimate CPI dari Eurostat yang menunjukkan laju inflasi tahunan di bulan Juli hanya tumbuh 1.1%, turun dari 1.3% di bulan sebelumnya.

Dengan melambatnya tingkat inflasi, maka kemungkinan besar hal ini akan semakin memperkuat ekspektasi pasar bahwa ECB, yang ingin mempertahankan laju inflasi di dekat target 2%, akan lebih melonggarkan kebijakan moneternya di pertemuan mendatang di bulan September.

Laju inflasi inti, yang tidak termasuk harga makanan dan energi yang volatile, dilaporkan juga mengalami penurunan menjadi 1.1% di bulan Juli dari sebelumnya di 1.3% pada bulan Juni.

Perlambatan pertumbuhan harga tetap terjadi meskipun tingkat pengangguran di kawasan Euro mencapai level terendahnya dalam 11 tahun terakhir di 7.5%, yang berarti bahwa seharusnya dengan banyaknya penciptaan lapangan kerja, maka laju belanja konsumen akan mendapatkan dukungan yang kuat.

Akan tetapi nampaknya jumlah penciptaan lapangan kerja yang meningkat, tidak dibarengi oleh laju pertumbuhan upah yang stabil, sehingga masyarakat di kawasan Eurozone masih sedikit menahan diri untuk meningkatkan laju pengeluaran konsumen mereka.(WD)

Related posts