Header Ads

Pertumbuhan Ekspor Cina Diperkirakan Melambat Di Bulan November

Laju pertumbuhan ekspor Cina diperkirakan akan mengalami perlambatan di bulan November, meskipun masih di angka dua digit, menyusul melambatnya permintaan global menjelang kenaikan tarif impor dari AS yang diperkirakan akan terjadi. Sementara untuk impor diperkirakan akan tumbuh secara moderat, yang menjadi acuan bagi para pembuat kebijakan Cina untuk menilai sejauh mana perlambatan yang terjadi di permintaan domestik serta mengawasi gangguan terhadap ekonominya akibat dampak dari perselisihan perdagangan dengan AS.

Prospek jangka pendek bagi perekonomian di negara ekonomi terbesar Asia tersebut kemungkinan akan berada dalam kondisi stabil menyusul pertemuan antara dua pemimpin negara ekonomi terbesar di dunia, AS dan Cina yang membahas mengenai kebijakan tarif impor mereka. Pengiriman barang-barang produk Cina yang masuk dalam daftar produk yang dikenakan tarif oleh Washington, telah melemah secara tajam namun masih mampu diimbangi oleh pengiriman sejumlah produk lainnya.

Saat ini prospek kenaikan tarif AS yang lebih tinggi terhadap produk Cina telah menunggu untuk disahkan, yang kesemuanya tergantung dari pencapaian kesepakatan dalam pembicaraan antara kedua negara dalam 90 hari kedepan pasca pertemuan kedua pemimpinnya.

Menurut estimasi median dari 26 ekonom dalam jajak pendapat Reuters, laju ekspor Cina di bulan November kemungkinan akan tumbuh sebesar 10% dari tahun sebelumnya, yang mana prediksi ini lebih lambat dari kenaikan di bulan sebelumnya yang mencatat pertumbuhan 15.6%. Sementara itu untuk pertumbuhan impor diperkirakan akan berkurang menjadi 14.5% di bulan November dari bulan sebelumnya yang mengalami lonjakan hingga 21.4%. Untuk surplus perdagangan diperkirakan masih akan stabil di bulan November di kisaran $34 milliar dari $34.02 milliar di bulan Oktober.

Lu Ting selaku kepala ekonom China di Nomura, menambahkan bahwa ada satu hal yang patutu menjadi catatan adalah banyaknya pabrik di provinsi Guangdong yang telah menghentikan operasional mereka serta membuat para pekerjanya libur di akhir bulan lalu akibat dari ketakutan mereka terhadap kegagalan pertemuan antara Donald Trump dengan Xi Jinping di akhir pekan kemarin.

Para ekonom mengatakan bahwa mereka berharap bahwa melemahnya permintaan dari Jepang dan Eropa akan berkontribusi terhadap penurunan pertumbuhan ekspor di bulan November. Para pembuat kebijakan Cina diharapkan untuk memberikan lebih banyak dukungan kebijakan serta sekaligus memberikan lebih banyak langkah stimulus dalam beberapa bulan kedepan jika kondisi domestik dan eksternal memburuk.(WD)

Related posts