Pertumbuhan GDP AS Anjlok Dari Estimasi Awal Pada Q4

Pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal keempat (Q4) direvisi turun pada hari Kamis, menggarisbawahi perlambatan yang sedang berlangsung yang diperkirakan akan berlanjut pada 2019 oleh para ekonom.

Estimasi ketiga produk domestik bruto kuartal keempat (PDB) menunjukkan bahwa ekonomi hanya tumbuh pada tingkat tahunan sebesar 2.2%, direvisi turun dari perkiraan awal 2.6%. GDP meningkat sebesar 3.4% pada kuartal ketiga tahun lalu. Sementara itu ekonom mengharapkan pertumbuhan 2.4%.

Ke depan, para ekonom secara luas mengantisipasi pertumbuhan ekonomi untuk melambat lebih lanjut pada 2019 karena stimulus dari paket pemotongan pajak $ 1.5 triliun dan peningkatan pengeluaran pemerintah telah memudar. Perang dagang antara AS dan Cina, melunaknya pertumbuhan global dan ketidakpastian atas kepergian Inggris dari Uni Eropa membuat pandangan semakin suram.

Perkiraan terbaru dari Atlanta dan New York Federal Reserve Banks menunjukkan bahwa mereka memperkirakan pertumbuhan kuartal pertama akan melambat lebih lanjut menjadi sekitar 1.2%.

Meskipun mencatat kehilangan momentum ini, The Fed masih mempertahankan pandangan optimis ekonomi AS secara keseluruhan.

“Komite FOMC terus melihat ekspansi berkelanjutan dari kegiatan ekonomi, kondisi pasar tenaga kerja yang kuat, dan inflasi mendekati tujuan 2% sebagai hasil yang paling mungkin,” kata bank sentral pada saat keputusan kebijakan pada 20 Maret. Ketua Fed Jerome Powell juga menegaskan bahwa ” dasar fundamental ekonomi masih sangat kuat”, menunjuk ke pasar tenaga kerja yang kuat, pendapatan meningkat, pengangguran rendah, bersama dengan kepercayaan bisnis dan rumah tangga yang kuat.

Related posts