Header Ads

Perusahaan Inggris Akan Memangkas Investasi Akibat Brexit

Saat krisis Brexit semakin memburuk, perusahaan-perusahaan Inggris sepertinya akan memangkas investasi mereka hingga ke level terbesarnya dalam 10 tahun terakhir di tahun ini, sehingga berpotensi membebani pertumbuhan ekonomi Inggris di masa depan.

Laju investasi bisnis, yang menjadi kunci untuk produktivitas dan pertumbuhan pembayaran, diperkirakan akan turun hingga 1.3% di tahun, sebelum pada akhirnya tumbuh 0.4% di tahun depan. British Chambers of Commerce meningkatkan perkiraan pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan untuk tahun ini menjadi 1.3%, yang mencerminkan lonjakan penimbunan oleh sektor korporasi sebelum batas waktu Brexit pada Maret lalu.

Akan tetapi kelompok pengusaha justru memangkas perkiraan untuk pertumbuhan di tahun depan menjadi 1.0%, turun tajam dari perkiraan sebelumnya di angka 1.3%, sebelum ekspektasi kenaikan marjinal menjadi 1.2% di tahun 2021 mendatang.

Direktur Jendral British Chambers of Commerce, Adam Marshall mengatakan bahwa perusahaan tidak dapat melanjutkan dengan rencana jangka panjang karena berlanjutnya ketidakpastian mengenai Brexit, yang saat ini memiliki tenggat waktu hingga akhir Oktober.

Lebih lanjut Marshall mengatakan bahwa sektor bisnis menempatkan sumber daya ke dalam rencana kontingensi, seperti penimbunan, dibandingkan berinvestasi dalam usaha yang akan memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Inggris di jangka panjang. Disebutkan bahwa komunitas bisnis di Inggris berharap perdana menteri berikutnya akan menemukan jalan masuk akal dan pragmatis dengan cepat, guna menghindari Brexit tanpa kesepakatan dan tidak tertata secara benar bagi ekonomi Inggris.

Dikabarkan bahwa Perdana Menteri Theresa May telah mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Konservatif yang berkuasa. Dengan belum jelasnya hubungan antara Inggris dengan Uni Eropa, beberapa perusahaan keuangan telah mendirikan operasi di negara-negara anggota Uni Eropa lainnya, serta produsen-produsen otomotif yang telah mengurangi rencana ekspansi mereka di pasar Inggris.

Sepanjang tahun 2018 lalu, investasi bisnis Inggris mengalami kejatuhan terpanjang sejak krisis keuangan global silam. Terkait hal tersebut, Menteri Keuangan Inggris, Philip Hammond mengatakan bahwa dirinya berharap adanya pemulihan dalam investasi bisnis pasca tercapainya kesepakatan Brexit.(WD)

Related posts