Pesanan Industri Jerman Mencatat Kenaikan Di Bulan Agustus

Kantor Statistik Federal mengatakan pada hari bahwa pesanan barang-barang hasil industri di Jerman selama bulan Agustus tercatat mengalami kenaikan hingga 4.5%, yang mana angka ini lebih besar dari yang diharapkan sehingga mampu meningkatkan harapan laju pertumbuhan kuartal ketiga yang lebih kuat di negara tersebut.

Laju kenaikan ini didorong oleh permintaan dari zona Euro yang menunjukkan pihak perusahaan yang telah membuat kemajuan yang baik hingga ke level sebelum terjadinya krisis, sementara survei Reuters memperkirakan kenaikan 2.65 dari bulan sebelumnya.

Dalam sebuah pernyataannya Kementerian Ekonomi Jerman mengatakan bahwa proses mengejar target pesanan industri baru terus berlanjut dengan kecepatan yang luar biasa, dan saat ini asupan pesanan hanya sekitar 3.6% lebih rendah dari bulan feberuari, sebelum diterapkannya kebijakan lockdown untuk memperlambat penyebaran virus corona.

Namun demikian para ekonom memuji rilisan data yang kuat, tetapi mereka mengeluarkan peringatan bahwa kenaikan tingkat infeksi corona di seluruh Eropa telah meningkatkan risiko kemunduran pertumbuhan ekonomi di benua biru tersebut.

Seperti yang disampaikan oleh ekonom ING Bank, Carsten Brzeski bahwa sulit untuk membayangkan bagaimana sektor manufaktur Jerman dapat lolos dari putaran langkah kebijakan lockdown lainnya dengan para negara mitra dagang utamanya, akan tetapi data pesanan industri saat ini menunjukkan bahwa tingkat pesanan untuk waktu dekat ini dapat membantu sektor manufaktur untuk mengambil alih pertumbuhan mayoritas dari sektor jasa.

Angka resmi yang dirilis pekan lalu menunjukkan penjualan ritel Jerman naik lebih dari yang diharapkan pada Agustus dan pengangguran turun lebih jauh pada September, sehingga meningkatkan harapan bahwa pengeluaran rumah tangga akan mendorong pemulihan.

Data yang dirilis oleh kantor statistik menunjukkan bahwa pesanan dari luar negeri mengalami peningkatan sebesar 6.5%, seiring dukungan dari melonjaknya pesanan hingga sebesar 14.6% dibandingkan negara di Eurozone lainnya, sementara untuk pesanan domestik mencatat kenaikan 1.7% di periode yang sama.

Pada periode kuartal kedua lalu, ekonomi Jerman dilaporkan mengalami kontraksi hingga 9.7%, akibat dari jatuhnya pengeluaran rumah tangga, investasi perusahaan dan perdagangan saat berada di puncak pandemi.

Pelonggaran kebijakan lockdown, ditambah dengan serangkaian paket penyelamatan dan stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya, telah menyebabkan laju pemulihan yang kuat di kuartal ketiga ini, akan tetapi lonjakan kasus infeksi Covid-19 telah menyebabkan timbulnya kekhawatiran mengenai melambatnya aktifitas ekonomi saat ini.(WD)

Related posts