Header Ads

Pesanan Mesin inti Jepang “Terhenti” Karena Kekhawatiran Atas Pengeluaran Modal

Pesanan mesin inti Jepang melambat tajam pada bulan November hal ini pertanda belanja modal perusahaan bisa kehilangan momentum karena perang perdagangan AS-China yang merembes ke ekonomi global.

Pesanan mesin inti Jepang dibulan November bisa dibilang hanya tumbuh datar dilevel 0.02 persen dalam (mom), jauh di bawah perkiraan median yang mengharapkan kenaikan 3.5 persen dan menandai perlambatan dari ekspansi 7.6 persen pada bulan Oktober.

Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina membebani pertumbuhan di dua ekonomi terbesar dunia, yang mengancam pertumbuhan Jepang karena para eksportirnya dapat menunda investasi dan mempekerjakan karena kekhawatiran tentang keuntungan perusahaan.

Pesanan dari produsen turun 6.4 persen pada bulan November setelah kenaikan 12.3 persen pada bulan Oktober, karena penurunan pesanan dari manufaktur elektronik dan baja.

Pesanan sektor jasa juga turun menjadi 2.5 persen, lebih lambat dari kenaikan 4.5 persen di bulan sebelumnya. Pesanan dari pengiriman paket dan perusahaan logistik naik di bulan November.

Namun, penurunan pesanan dari perusahaan konstruksi dan telekomunikasi menyeret pertumbuhan pesanan dari sektor jasa.

Pembuat kebijakan Jepang telah lama berpendapat bahwa peningkatan investasi bisnis akan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi karena perusahaan mengganti peralatan manufaktur lama dan berinvestasi dalam teknologi baru.

Namun, peluang percepatan pertumbuhan tahun ini didorong oleh investasi perusahaan telah meredup karena ketegangan perdagangan internasional dan melambatnya pertumbuhan global dapat merusak ekonomi berorientasi ekspor Jepang.

Potensi perlambatan dalam pengeluaran bisnis juga datang pada waktu yang sulit bagi Jepang karena pemerintah sedang bersiap untuk menaikkan pajak penjualan nasional pada bulan Oktober yang diperkirakan akan mengekang pengeluaran konsumen.

Related posts