Pesanan Mesin Inti Jepang Tumbuh Di Bawah Estimasi

Pesanan mesin inti Jepang naik kurang dari yang diharapkan pada bulan Oktober setelah bencana gempa bumi di bulan sebelumnya, sehingga menunjukkan belanja modal yang lebih tenang karena proteksionisme perdagangan menimbulkan risiko bagi perekonomian.

Dimana dalam pesanan mesin inti mengalami kenaikkan 7.6 persen untuk skala bulanan, di bawah estimasi median untuk kenaikan 10.5 persen. Menyusul rekor penurunan 18.3 persen yang tercatat pada bulan September, ketika gempa bumi melanda Jepang utara dan banjir mengganggu bisnis di bagian barat negara tersebut.

Rebound dalam pesanan mesin bisa berumur pendek seperti perang perdagangan AS-Cina, pembicaraan perdagangan Jepang yang menjulang dengan Amerika Serikat, dan perlambatan ekonomi luar negeri diperkirakan akan membebani sentimen perusahaan.

Menggarisbawahi resiko ke prospek, Kantor Kabinet menurunkan penilaian pesanan mesin untuk mengatakan adanya tanda-tanda pemulihan yang terhenti.

Pelemahan belanja modal menempatkan pemerintah Jepang dalam sebuah ikatan, karena pembuat kebijakan telah lama memperkirakan bahwa keuntungan dalam investasi bisnis untuk mengatasi tenaga kerja yang menyusut akan meningkatkan pertumbuhan dan melindungi dari resiko yang ditimbulkan oleh ekonomi luar negeri.

Related posts