Pesanan Pabrik Jerman Mencatat Penurunan

Penyebaran virus corona yang semakin meluas telah memaksa negara ekonomi terbesar di kawasan Eurozone serta negara mitra dagang Jerman menerapkan kebijakan lockdown yang ketat, sehingga hal ini menjadi faktor utama penurunan pesanan pabrik Jerman untuk pertama kalinya dalam delapan bulan terakhir.

Laju permintaan terhadap produk industri Jerman dilaporkan turun 1.9%, akibat terhambatnya pesanan terhadap barang investasi dari kawasan Euro, namun masih mencatat kenaikan lebih dari 6% dari tahun sebelumnya.

Sektor manufaktur Jerman mampu bertahan lebih baik dibandingkan sektor jasa dalam beberapa bulan terakhir seiring rantai pasokan global dan permintaan eksternal yang tidak terlalu terpengaruh oleh pandemi dibandingkan saat terjadinya gelombang pertama di tahun 2020 lalu.

Sektor ritel dan restoran mendapat imbas langsung yang lebih besar dari kebijakan pembatasan terbaru yang lebih ketat, yang ditetapkan berlangsung setidaknya hingga pertengahan bulan Februari ini.

Pemerintah di Berlin memangkas perkiraan pertumbuhannya untuk tahun ini menjadi 3% dari 4,4% bulan lalu, dan mereka telah menyepakati di pekan ini untuk mendukung pihak perusahaan serta warga yang terkena dampak pandemi, termasuk melalui peningkatan jumlah kerugian pajak yang dapat dihapuskan oleh sektor bisnis.

Sementara itu laju pertumbuhan ekonomi Jerman dilaporkan tumbuh 0.1% di kuartal terakhir tahun lalu, dan saat ini ekonomi Jerman dinilai tengah menuju fase kontraksi di kuartal pertama di tengah pembatasan aktifitas ekonomi.

Hal ini menjadi suatu pertumbuhan awal tahun yang melambat dan dinilai kacau, di tengah ancaman tantangan vaksin Covid-19 di seluruh kawasan Eurozone.(WD)

Related posts