Header Ads

PM Inggris Theresa May Menunda Voting Brexit Di Parlemen

Perdana Menteri Inggris Theresa May pada hari Senin kemarin menunda pemungutan suara parlemen atas kesepakatan Brexit yang seharusnya digelar hari ini atau 11 Desember. PM May akan bertolak menuju beberapa negara Eropa untuk berdiskusi dan mencari lebih banyak alternatif. PM May akan bertemu dengan PM Belanda Mark Rutte di Den Haag dan kemudian kepada Kanselir Jerman Angela Merkel.

Pergerakan mendadak yang terjadi kurang dari 30 jam sebelum parlemen untuk memberikan suara mereka yang berpotensi penolakan oleh parlemen. May mengakui bahwa dia bakal menghadapi kekalahan di parlemen dan berpotensi pergeseran politik.

Merespons pernyataan May, pemimpin kubu oposisi Partai Buruh, Jeremy Corbyn, mengatakan jelas bahwa pemerintah telah kehilangan kendali dan sedang berada dalam kekacauan.

PM May tak menjawab kapan jadwal baru voting akan dilaksanakan dan akan tergantung dari diskusi pada petinggi Un Eropa. Ia hanya mengatakan bahwa tanggal 21 Januari 2019 adalah deadline penyusunan Undang-Undang Brexit. PM May juga menolak semua alternatif yang diajukan para menterinya, termasuk referendum Brexit kedua ataupun No Deal Brexit. Menurutnya, draft Brexit yang telah ia pegang saat ini sudah merupakan kesepakatan yang terbaik bagi Inggris, dan ia akan memperjuangkannya.

Uni Eropa bereaksi dengan tenang, dengan Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengatakan pihaknya siap untuk mendiskusikan bagaimana kelancaran ratifikasi, tetapi bahwa baik kesepakatan penarikan maupun dukungan Irlandia tidak akan dinegosiasi ulang. “Seiring berjalannya waktu, kami juga akan membahas kesiapan kami untuk skenario tanpa-kesepakatan,” kata Tusk. Brexit akan dibahas pada pertemuan puncak Uni Eropa sebelumnya yang dijadwalkan pada 13-14 Desember. Pertemuan dua hari itu akan digelar di Brussels, dan PM May dijadwalkan hadir

 

Related posts