Header Ads

PM May Bersikeras Pada Tuntutan Kesepakatan Brexitnya Atau No Deal

Perdana Menteri Inggris Theresa May memperingatkan pembangkang di partainya, kecuali mereka mendukung potensi kesepakatan Brexit-nya dengan Uni Eropa maka mereka (pembangkang) akan menghadapi Brexit No-Deal.

Kerajaan Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret dan hanya sedikit yang sudah jelas. Sejauh ini, tidak ada kesepakatan  keluar secara penuh dan beberapa pembangkang di Partai Konservatif mengancam akan menolak kesepakatan jika ia meraih salah satunya.

PM May kepada BBC TV mengatakan,” Saya pikir alternatif untuk itu adalah tidak akan ada kesepakatan.

Nasib pemerintahan May dan rencana Brexitnya diragukan karena ketidakjelasan apakah dia dapat memerintahkan 320 suara yang dia butuhkan di House of Commons, majelis rendah parlemen Inggris, untuk menyetujui kesepakatan.

Sinyal terkini dari Brussels telah mendukung harapan bahwa Inggris dan Uni Eropa dapat bersepakat dan menyetujui perjanjian perpisahan yang tepat sebelum Inggris meninggalkan UE pada 29 Maret, meskipun kedua belah pihak masih terbagi sekitar seperlima dari detail kesepakatan.

Tetapi banyak pemimpin bisnis dan investor khawatir politik dapat membuyarkan kesepakatan, sehingga mendorong ekonomi terbesar kelima di dunia ke dalam Brexit No Deal, yang mereka anggap akan melemahkan Barat, menakuti pasar keuangan dan memblokir arteri perdagangan.

Ketika Inggris sekarang menghadapi pilihan antara kesepakatan Brexit yang buruk atau Brexit No Deal, pemilih harus ditawarkan untuk referendum lagi, menurut walikota London, Sadiq Khan. (AN)

Related posts