Header Ads

PM May Bertemu Dengan Presiden Trump Di New York Untuk Membahas Brexit Dan Perdagangan

Perdana Menteri Theresa May akan membahas Brexit dan kesepakatan perdagangan bilateral dengan Presiden AS Donald Trump pada hari Rabu di sela-sela Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York, di tengah meningkatnya Brexit No-Deal.

“Dia akan membahas kesepakatan perdagangan paska Brexit di antara berbagai topik juga termasuk senjata kimia dan urusan luar negeri,” kata seorang pejabat senior Inggris pada hari Senin. “Ketika mereka bertemu, mereka sering mendiskusikan negosiasi Brexit dan mereka berdua memiliki komitmen yang kuat untuk mengamankan perjanjian perdagangan bebas UK-AS yang baik setelah kami meninggalkan (Uni Eropa).”

Kesepakatan perdagangan dengan Amerika Serikat dipandang sebagai cara penting untuk membantu mengimbangi dampak ekonomi keluarnya Inggris dari Uni Eropa pada Maret tahun depan.

Setiap komentar yang mendukung dari Trump dapat meningkatkan perjuangan PM May untuk memenangkan kritik yang mengatakan bahwa rencana keluarnya tidak dapat dijalankan dan menenangkan pasar keuangan jika Inggris tidak memperoleh kesepakatan Brexit dengan UE.

Selama kunjungan ke Inggris awal tahun ini, Trump mengatakan kedua negara dapat mengamankan kesepakatan perdagangan “besar” paska-Brexit.

Pertemuan PBB kemungkinan diperkirakan akan didominasi oleh Trump yang menggembar-gemborkan dorongannya untuk melindungi kedaulatan AS, yang membuat beberapa pemimpin dunia khawatir atas komitmen Amerika terhadap multilateralisme yang telah mengatur PBB sejak Perang Dunia II.

“Masyarakat internasional perlu melakukan lebih banyak secara bersama – keduanya untuk mencegah penggunaan senjata kimia di masa depan dan untuk memastikan mereka yang menggunakannya dimintai pertanggungjawabannya, tetapi juga untuk mengatasi berbagai ancaman lain terhadap keamanan global, termasuk proliferasi WMD (Senjata Pemusnah Massal).”

PM May juga akan memanfaatkan sela-sela waktu untuk acara bisnis dan mengadakan pertemuan bilateral dengan para pemimpin lain termasuk dengan Presiden Iran Hassan Rouhani. (hdr)

Related posts