PM May Menolak Rencana Referendum Brexit Kedua

Perdana Menteri Theresa May akan menyatakan penolakan terhadap referendum Brexit kedua pada hari Senin, serta mengatakan kepada parlemen bahwa pemungutan suara seperti itu akan “mematahkan keyakinan” dengan masyarakat Inggris dan melakukan “kerusakan yang tak dapat diperbaiki” terhadap politik.

May yang telah menghadapi kebuntuan di parlemen atas kesepakatannya untuk meninggalkan Uni Eropa dan pihak Uni Eropa yang enggan untuk negoisasi ulang lagi sehingga membuat May sulit menyakini suara parlemen dan mendorong lebih banyak politisi menyerukan referendum kedua untuk memecahkan kebuntuan.

Tetapi May dan menteri-menterinya telah mengesampingkan pemungutan suara baru, dengan mengatakan akan memperdalam perpecahan yang sudah buruk atas keputusan terbesar Inggris sejak Perang Dunia Kedua dan mengkhianati pemilih yang mendukung meninggalkan Uni Eropa pada referendum 2016.

Itu meningkatkan risiko Inggris pergi tanpa kesepakatan dalam waktu kurang dari empat bulan, sebuah skenario yang dikhawatirkan oleh beberapa perusahaan akan menjadi bencana bagi ekonomi terbesar kelima di dunia itu.

“Mari kita tidak melanggar keyakinan masyrakat Inggris dengan mencoba mengadakan referendum lain,” kata May yang akan memberitahu anggota parlemen, menurut ekstrak pidatonya yang dirilis sebelumnya.

May akan kembali ke parlemen setelah kunjungan ke Brussels pekan lalu di mana dia meminta para pemimpin Uni Eropa untuk menawarkan jaminan atas apa yang disebut “backstop” Irlandia Utara – kebijakan asuransi untuk mencegah kembalinya perbatasan keras antara provinsi Inggris dan Irlandia yang ketakutan kritikus akan menjebak Inggris.

Related posts