Header Ads

PMI Manufakktur Jepang Meningkat Dibulan Juni

industri-jepangAktivitas manufaktur Jepang meningkat pada Juni dengan laju yang lebih cepat dari bulan sebelumnya tetapi pesanan baru ekspor mengalami kontraksi untuk pertama kalinya dalam hampir dua tahun, menjadi tanda peringatan tentang permintaan luar negeri, survei awal menunjukkan pada hari Jumat.

Flash Markit (PMI) manufaktur Jepang naik 53.1 pada dari 52.8 pada bulan Mei.

Indeks tetap di atas 50 ambang batas yang memisahkan ekspansi dari kontraksi untuk bulan ke-22 berturut-turut.

“Pembacaan PMI diakhir kuartal kedua menunjukkan laju pertumbuhan ekonomi manufaktur Jepang yang lebih cepat,” kata Joe Hayes, ekonom di IHS Markit, yang menyusun survei.

Namun demikian, indeks awal untuk pesanan ekspor baru turun menjadi 49.5 dari 51.1 pada bulan Mei, menunjukkan penurunan pertama dalam 22 bulan, sebuah indikasi yang mengkhawatirkan bahwa proteksionisme perdagangan dan pergerakan pasar mata uang dapat merugikan ekonomi ekspor-fokus Jepang. Yen telah menguat sekitar 2 persen terhadap dolar tahun ini.

“Ini untuk pertama kalinya sejak Agustus 2016, pesanan ekspor baru menurun. Dengan banyak sekali risiko geopolitik, permintaan safe-haven untuk yen tetap menjadi risiko penurunan bagi eksportir manufaktur negara itu,” katanya.

Ekonomi Jepang diperkirakan akan pulih pada kuartal kedua dari kontraksi kuartal pertama yang mengakhiri rentetan pertumbuhan terlama sejak ekonomi gelembung tahun 1980-an.

Namun risiko untuk prospek Jepang masih kelihatan, seiring Amerika Serikat dan Cina terlibat dalam sengketa perdagangan. Tarif pembalasan bisa mengganggu rantai pasokan global untuk industri teknologi dan otomotif, sektor-sektor yang sangat bergantung pada komponen yang dihasilkan oleh perusahan Jepang.

Jepang sangat rentan terhadap pertikaian tersebut karena mereka mengirim komponen untuk elektronik dan mobil ke China yang digunakan untuk membuat barang jadi yang diperuntukkan bagi pasar lain.

Related posts