Header Ads

PMI: Manufaktur China Kembali Kontraksi Dalam Dua Bulan Secara Beruntun

Aktivitas di sektor manufaktur China kembali kontraksi untuk bulan kedua secara berturut-turut pada bulan Januari, hal ini masih menunjukkan ke ketegangan lebih lanjut terhadap ekonomi yang dapat meningkatkan risiko pertumbuhan global.

Kecemasan tentang permintaan ‘dingin’ di China telah beriak melalui pasar keuangan dunia dan membebani ekonomi Asia lainnya setelah serangkaian peringatan penjualan dari produsen alat berat Caterpillar dan produk iPhone Apple.

Bahkan dengan upaya pemerintah untuk memacu aktivitas, masih belum mampu meredam kekhawatiran dari perlambatan ekonomi China yang lebih tajam dari perkiraan jika perang perdagangan dengan Amerika Serikat terus berlanjut.

Indeks PMI manufaktur China dibulan Januari naik tipis 49.5 dari 49.4 pada bulan Desember, tetapi masih di bawah tanda 50 yang memisahkan pertumbuhan dari kontraksi secara bulanan, menurut data yang dirilis oleh Biro Statistik Nasional (NBS) pada hari Kamis. Analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan akan turun dilevel 49.3.

Data suram menunjukkan ekonomi China turun ke awal yang berbatu di tahun baru, karena banyak analis memperkirakan akan terjadi perlambatan lebih tajam setelah pertumbuhan GDP ke level terendah dalam 28 tahun pada 2018.

Itu bisa menambah rasa urgensi untuk pembicaraan perdagangan saat ini, karena pejabat tinggi Cina dan AS bertemu minggu ini dalam upaya penting untuk menuntaskan kesepakatan sebelum tenggat waktu pada awal Maret yang dapat mendorong kenaikan tarif AS yang lebih tinggi jika tidak tercapai kesepakatan. Pembicaraan dua hari di Washington, yang dimulai pada hari Rabu diperkirakan akan tegang.

Pesanan baru, indikator aktivitas masa depan menunjukkan tekanan lebih lanjut dalam beberapa bulan mendatang. Sub-indeks turun menjadi 49.6 dari 49.7 pada bulan Desember, untuk bulan kedua berturut-turut di wilayah kontraksi, di tengah pelemahan permintaan yang terus-menerus di dalam dan luar negeri. Pesanan ekspor baru menyusut selama delapan bulan berturut-turut karena permintaan eksternal yang goyah.

Related posts