Header Ads

PMI: Manufaktur Korsel Kontraksi Akibat Meningkatnya Tensi Perdagangan Global

Aktivitas pabrik di Korea Selatan mengalami kontraksi pada laju tercepat dalam tiga bulan pada bulan Mei, sebuah survei yang dirilis pada hari Senin, membalikkan ekspansi singkat dibulan sebelumnya, karena pesanan baru turun di tengah sengketa perdagangan AS-China yang semakin intensif, yang menekan permintaan ekspor.

Indeks (PMI) Nikkei / Markit pada sektor manufaktur Korsel turun menjadi 48.4 dari 50.2 pada bulan April.

Pesanan ekspor baru dari negara pengekspor terbesar keenam di dunia menyusut lebih cepat, memperpanjang kontraksi selama 10 bulan secara berturut-turut, dan merupakan penurunan terpanjang sejak 2015.

Pesanan baru juga kontraksi untuk bulan ketujuh berturut-turut dengan sub-indeks di 47.1, tanda penurunan lebih lanjut dalam permintaan domestik.

“Mengingat adanya peningkatan kembali ketegangan perdagangan baru-baru ini antara Amerika Serikat dan China, serta tidak ada tanda-tanda nyata dari penurunan dalam siklus perdagangan global yang berakhir, produsen Korea Selatan menghadapi kesulitan ekstrim,” kata Joe Hayes, seorang ekonom di IHS Markit.

Survei PMI juga menunjukkan produsen memangkas jumlah karyawan karena produksi turun seiring lemahnya permintaan, baik di dalam maupun luar negeri.

Tingkat pengangguran Korea Selatan naik ke level tertinggi dalam tiga bulan di bulan April menjadi 4.1%, mendekati level tertinggi sembilan tahun di 4.4% yang tercapai di bulan Januari, karena lapangan pekerjaan di sektor manufaktur dan konstruksi berkurang.

PMI menunjukkan perusahaan Korea Selatan mengurangi rencana produksi masa depan mereka di tengah meningkatnya tantangan ekonomi. “Selanjutnya, perusahaan memoderasi harapan mereka, memimpin kepercayaan bisnis untuk turun ke level terendah sejak Agustus 2016,” kata Hayes.

Related posts