PMI: Sektor Jasa Jepang Sedikit Melambat Dibulan Mei

Aktivitas di sektor jasa Jepang sedikit lebih lambat di bulan Mei dibandingkan bulan sebelumnya karena tingkat penciptaan lapangan kerja melemah dan bisnis menjadi kurang optimis tentang masa depan, sebuah survei yang dirilis pada hari Rabu.

Indeks PMI Markit/Nikkei sektor jasa Jepang hanya tumbuh 51.7 di bulan Mei dari 51.8 di bulan April.

Indeks bertahan di atas ambang 50 yang memisahkan kontraksi dari ekspansi untuk bulan ke-32 secara berturut-turut.

Sebelumnya, aktivitas manufaktur Jepang berayun kembali ke kontraksi pada bulan Mei karena ekspor anjlok, survei terpisah yang telah dirilis pada Senin.

“Tren yang mendasari saat ini dalam ekonomi Jepang mengecewakan dan pasti akan menjamin kekhawatiran dari Abe di tengah pemilihan majelis tinggi yang akan datang pada bulan Juli dan kenaikan pajak konsumsi yang dijadwalkan akhir tahun ini,” kata Joe Hayes, ekonom di IHS Markit, yang menyusun survei.

Sementara perang dagang yang memanas antara Amerika Serikat dan Cina tidak menunjukkan tanda-tanda akan segera berakhir ketika Washington menaikkan tarif barang-barang Cina untuk mengatasi praktik perdagangan yang dianggapnya tidak adil.

Tiongkok telah membalas dendam dalam bentuk barang, dan perlambatan perdagangan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia ini berdampak besar pada pertumbuhan global.

Jepang terekspos dari sengketa perdagangan karena mengirim volume besar barang-barang elektronik dan mesin-mesin berat ke Cina, yang digunakan untuk membuat barang jadi yang diperuntukkan bagi Amerika Serikat.

Related posts