Header Ads

Poundsterling Jatuh Tajam Saat Pemungutan Suara Di Parlemen Inggris

Mata uang Poundsterling jatuh tajam terhadap DOllar di saat memasuki sesi perdagangan AS pada hari ini, setelah Jaksa Agung Inggris, Geoffrey Cox menerbitkan pendapatnya mengenai kesepakatan Brexit yang baru saja mengalami perubahan oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May.

Saran dari sisi hukum yang dikeluarkan oleh Cox dinilai oleh sejumlah kalangan merupakan hal yang penting untuk mengetahui apakah jaminan yang diterima oleh May usdah cukup untuk memberikan kepercayaan kepada para anggota parlemen Inggris yang nampaknya masih ragu untuk memberikan lampu hijau bagi kesepakatan tersebut.

Lebih jauh Cox menyatakan bahwa risiko dari sisi hukum terhadap Brexit masih tetap ada, meskipun ada konsesi dari pihak Uni Eropa. Cox juga menambahkan bahwa dokumen yang direvisi tidak memberikan dasar hukum bagi Inggris untuk keluar dari pengaturan “Irish Backstop” secara sepihak.

Beberapa politisi Inggris tidak menyukai fakta timbulnya jalan buntu, meskipun dimaksudkan sebagai upaya terakhir, yang berarti bahwa Inggris tetap berada dalam serikat pabean Uni Eropa untuk waktu yang tidak terbatas dan tidak dapat meninggalkannya secara sepihak. Sebelumnya kesepakatan yang diraih oleh May telah ditolak mentah-mentah oleh parlemen Inggris pada Januari lalu, dan saat ini tengah menghadapi ujian baru dari parlemen Inggris.

Jika parlemen Inggris memberikan suara bulat untuk menentang kembali kesepakatan yang baru, maka akan dilakukan voting pada hari Rabu dan Kamis untuk menentukan apakah Inggris harus meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan ataukah harus meminta penundaan keluarnya Inggris dari kawasan yang beranggotakan 28 negara Eropa tersebut dari jadwal semula yang telah ditetapkan pada 29 Maret mendatang.(WD)

Related posts