Header Ads

Poundsterling Melonjak Setelah BoE Menahan Kebijakannya

Mata uang Poundsterling terpantau menguat terhadap mata uang pesaing lainnya, setelah BOE mempertahankan suku bunga dan pelonggaran kuantitatif tidak berubah dalam pengumuman kebijakan di pagi hari waktu London, Poundsterling berhasil pulih dari level terendahnya dalam dua pekan terakhir.

Sebelumnya Poundsterling mengalami tekanan hingga ke level terendahnya sejak 1985 setelah merebaknya penyebaran virus corona di bulan Maret, namun setelahnya mampu memulihkan sejumlah keuntungan untuk kembali diperdagangkan di kisaran $1.25 dalam sebulan terakhir.

Valentin Marinov selaku kepala strategi valas di Credit Agricole, mengatakan bahwa mata uang Poundsterling mampu mendapatkan kembali kekuatannya karena kurangnya kejutan dovish yang signifikan, sementara dalam hal pertumbuhan dan laju inflasi di Inggris, semuanya masih berada dalam prospek yang suram.

Bank of England tidak mungkin menambah stimulus besar bagi perekonomian Inggris, setelah pada bulan Maret lalu mereka telah meningkatkan program pembelian asetnya dengan rekor 200 miliar Pound ($247 miliar) untuk menghadapi lonjakan biaya pinjaman di pasar keuangan.

Seperti yang dilakukan oleh bank sentral di dunia lainnya, bank sentral Inggris mengucurkan sekitar 13.5 milliar Pound setiap minggu untuk membantu lonjakan pengeluaran pemerintah.

Gubernur Andrew Bailey dan beberapa rekannya telah mengatakan penurunan 35% dalam output ekonomi pada kuartal kedua dinilai tidak masih akal, seperti yang disampaikan sebelumnya oleh Office for Budget Responsibility.

Selain itu Bank of England akan mencoba untuk menilai kapan ekonomi kemungkinan akan pulih dari kondisi “freeze” akibat pandemi virus, serta seberapa besar kerusakan dalam jangka panjang yang akan dilakukan di tengah semakin tingginya angka pemecatan pekerja akibat dari ditutupnya perusahaan.

Rob Wood, seorang ekonom di BofA Securities, mengatakan BoE mungkin memperlambat laju kesibukan pembelian emasnya tetapi memberi sinyal akan terus membeli sampai yakin bahwa risiko terhadap ekonomi telah surut atau bahwa inflasi akan mencapai targetnya.(WD)

Related posts