Powell : Ekonomi AS Akan Mengalami Fase Panjang Untuk Keluar Dari Resesi

Pasca pertemuan kebijakan selama dua hari, Federal reserve memutuskan untuk memperthankan suku bunga mendekati nol dan berjanji untuk memperluas program darurat yng diperlukan guna membantu perekonomian AS yang mengalami pukulan akibat pandemi Covid-19.

Dalam pernyataannya Ketua The Fed Jerome Powell lebih bersikap dovish mengenai seberapa cepat negara tersebut mampu kembali ke dalam kondisi dimana tingkat pengangguran berada di rekor rendahnya serta pertumbuhan ekonomi yang solid.

Beliau justru mengatakan bahwa ekonomi AS bisa merasakan beban ketakutan konsumen dan jarak sosial selama satu tahun atau lebih dalam upaya yang panjang untuk keluar dari jurang resesi yang terjadi saat ini.

Dalam pernyataan kebijakan pada hari Rabu, The Fed mempertahankan suku bunga pinjaman di kisaran 0% hingga 0.25% serta kembali menegaskan untuk menggunakan berbagai alat kebijakan guna menopang perekonomian yang semakin rapuh dengan perkiraan adanya tingkat risiko yang cukup besar dalam jangka menengah sekitar setahun bahkan lebih.

Lebih lanjut Powell mengatakan kepada wartawan melalui video conference bahwa pihaknya akan melakukan apa yang mereka bisa guna membantu sektor rumah tangga dan bisnis di AS dalam mengatasi kondisi darurat kesehatan.

Untuk itu secara khusus Powell mencatat kesediaan The Fed untuk membuat lebih banyak program pinjaman dibandingkan yang sudah ada sebelumnya jika hal ini disetujui oleh Departemen Keuangan AS, meskipun nampaknya mengandung risiko yang besar.

Selanjutnya Powell juga menyampaikan bahwa program-program baru untuk membeli obligasi korporasi dan pinjaman kepada perusahaan dalam skala menengah, saat ini tengah dalam tahap akhir pengembangan dan akan segera dijalankan.

Hanya dalam hitungan minggu, ekonomi AS berubah dari kondisi tingkat pengangguran di rekor rendah dalam sejarah, hingga masuk dalam kondisi dimana lebuh dari 26 juta orang mengajukan klaim tunjangan pengangguran serta mengalami penurunan tajam dalam aktifitas ekonomi sejak krisis 2007-2009, saat pemerintah AS menutup sebagian besar aktifitas industri dan perdagangan akibat pandemi virus corona.

Produk domestik bruto turun hingga ke 4.8% di tingkat tahunan di kuartal pertama lalu, sekaligus mengakhiri ekspansi ekonomi terpanjang dalam sejarah AS.

Terkait akan hal tersebut, Powell menyampaikan bahwa dirinya memperkirakan produk domestik bruto di kuartal kedua juga akan mengalami penurunan dan akan ada peningkatan di jumlah pengangguran secara signifikan.

Pertemuan kebijakan minggu ini adalah yang pertama diadakan oleh The Fed sejak mengambil langkah darurat pada bulan Maret dan April untuk menstabilkan pasar keuangan.(WD)

Related posts