Header Ads

Powell Kembali Menegaskan Kesabaran The Fed Dalam Mengambil Kebijakan

Dalam kesempatan menyampaikan testimoninya di depan para anggota Komite Perbankan Senat AS, ketua Federal Reserve Jerome Powell kembali menegaskan bahwa The Fed tidak akan terburu-buru untuk membuat suatu penilaian mengenai perubahan lebih lanjut terhadap tingkat suku bunga acuannya.

Powell menyampaikan mengenai adnya sinyal yang bertentangan dengan jalur kebijakan The Fed, termasuk sejumlah data ekonomi yang mengecewakan di penjualan ritel serta sejumlah aspek ekonomi lainnya yang memberikan gambaran kontras dengan stabilnya tingkat perekrutan tenaga kerja, laju pertumbuhan upah serta tingkat pengangguran yang rendah.

Lebih lanjut pernyataan Powell tersebut semakin menguatkan pandangan tentang adanya pergeseran kebijakan bank sentral di bulan lalu, yang memberikan indikasi untuk menghentikan siklus kenaikan suku bunga selama tiga tahun, yang diproyeksikan akan berjalan dengan baik hingga tahun 2020 mendatang, hingga inflasi atau dinamika pertumbuhan mengalami perubahan.

Anggota parlemen dari Partai Republik pada umumnya telah memberikan dorongan kepada bank sentral untuk mengurangi jejak keuangan yang mengalami peningkatan akibat program yang dijalan di era krisis, yang oleh banyak kalangan dianggap mengandung risiko. Pada hari ini giliran Komite Jasa Keuangan DPR AS yang akan mendengarkan testimoni Powell.

Hingga sejauh ini pasar keuangan tidak mengalami pergerakan yang signifikan terkait testimoni dari Powell semalam. Saat ini berkembang sebuah perdebatan mengenai apakah pemerintah AS memiliki banyak ruang untuk memperluas tingkat hutang mereka yang kemungkinan mendapat rekomendasi dari ekonomi konvensional atau apakah neraca The Fed dapat membantu membiayai “Green New Deal”, suatu program stimulus untuk mengatasi perubahan iklim dan ketidaksetaraan ekonomi AS.

Senator Elizabeth Warren dari Partai Demokrat menilai bahwa The Fed bekerja untuk institusi bank-bank skala besar dan kaya, yang bertujuan untuk menjadi lebih besar dan lebih kaya. Untuk itu beliau mempertanyakan apakah Powell akan bertindak cukup agresif untuk melakukan peninjauan mengenai megamerger antara institusi pemberi pinjaman regional AS, BB&T Corp dengan pesaingnya SunTrust Banks Inc. Terkait hal tersebut Powell menjanjikan terciptanya keterbukaan dan transparan dari kesepakatan tersebut.

Namun demikian Powell enggan untuk memberikan komentar ketika ditanya apakah ada komunikasi, baik secara langsung maupun tidak langsung, dengan Gedung Putih terkait kebijakan suku bunga.(WD)

Related posts