Prelim GDP AS Memberikan Dorongan Bagi Risk Appetite

Pertumbuhan ekonomi AS periode kuartal kedua dilaporkan melaju lebih kuat dari perkiraan semula, sekaligus menunjukkan kinerja terbaiknya dalam hampir empat tahun terakhir dengan menempatkan laju ekonomi di jalur pertumbuhan 3% sebagai target dari pemerintahan Trump. Departemen Perdagangan melaporkan laju Gross Domestic Product AS meningkat 4.2% di tingkat tahunan.

Angka ini sedikit lebih tinggi dibandingkan estimasi 4.1% yang dilaporkan pada Juli lalu, sekaligus menorehkan catatan pencapaian level terbaiknya sejak kuartal ketiga 2014. Pertumbuhan yang kuat di kuartal kedua mendapatkan dorongan dari sejumlah faktor, dan salah satunya dengan adanya paket pemangkasan pajak hingga sebesar $1.5 triliun, yang memberikan kejutan bagi laju belanja konsumen yang saat itu mengalami perlambatan.

Namun demikian beberapa kalangan menilai bahwa ekonomi AS harus tetap waspada mengingat bahwa masih ada tanda-tanda hilangnya sebagian momentum pertumbuhan di kuartal ketiga ini. Sebelumnya pemerintah melaporkan terjadinya lonjakan defisit perdagangan sebesar 6.3% menjadi $72.2 milliar di bulan Juli, menyusul penurunan pengiriman ekspor makanan hingga 6.7%. Sementara laju belanja konsumen diperkirakan masih tetap kuat.

Gangguan terhadap pertumbuhan kemungkinan datang dari pasar perumahan, pasca penurunan pending home sales 0.7% menjadi 106.2 di bulan Juli, lebih rendah dari hasil survey reuters yang memperkirakan kenaikan 0.3%. Hal ini menandai lesunya pasar perumahan seiring lemahnya pasokan rumah di tengah pertumbuhan pekerjaan yang kuat, sehingga pada akhirnya mendorong harga rumah di level tertentu dimana calon pembeli berkurang.

Aksi risk appetite sontak terjadi di pasar, emskipun belum mampu mencapai zona bullish jangka panjangnya. Indeks Dow Jones menguat 0.09% atau 22.18 poin di sesi pembukaan Wall Street, S&P naik 0.38% atau sekitar 10.99 poin, sedangkan indeks Nasdaq melesat 0.69% atau naik sekitar 55.61 poin. (WD)

Related posts