Prospek Pendapatan Industri Jerman Terancam, Sinyal Perdagangan Buruk Yang Membawa Resesi

Prospek pendapatan industri-industri Jerman untuk sisa tahun ini dipenuhi dengan kesuraman, hal ini menunjukkan potensi resesi dapat terjadi.

Perusahaan-perusahaan dari ekonomi terbesar Eropa yang memimpin daftar peringatan laba yang dikeluarkan di wilayah tersebut selama musim pendapatan terbaru seperti Daimler, BASF, Continental, Henkel, Lufthansa dan Metro adalah beberapa di antara mereka yang telah memangkas pandangan mereka. Banyak lagi yang telah menggambar suram prospek mereka.

Kesengsaraan perusahaan Jerman disorot pada hari Rabu, ketika sebuah laporan menunjukkan pertumbuhan ekonomi Jerman mengalmai kontraksi yang kedua dalam satu tahun terakhir. Survei untuk kuartal ketiga mengisyaratkan kemunduran lebih lanjut, dengan ukuran manufaktur tegas menunjukkan penyusutan output.

Kekhawatiran perusahaan atas pertumbuhan global yang lebih lemah, berkurangnya permintaan dari Cina, dan tarif perdagangan merupakan faktor yang khususnya merugikan sektor industri berat yang menopang sebagian ekspor Jerman.

Perusahaan industri bernasib terburuk selama musim pendapatan kuartal kedua. Harapan untuk bisnis Jerman relatif rendah, meskipun demikian hanya 41% dari mereka yang berhasil melampaui estimasi penjualan. Rasio ini jauh di atas 50% di Prancis, Italia, dan Spanyol.

Konsekuensinya mulai terasa. Pengangguran meningkat total 62.000 dalam tiga bulan hingga Juli dan permintaan untuk pekerja baru terus melunak.

Ekonom di Deutsche Bank dan ABN Amro Bank melihat ekonomi Jerman berkontraksi lagi pada kuartal ketiga, mendorong negara dalam resesi – ini pertama dalam enam setengah tahun. Banyak analis mengatakan risiko skenario seperti ini telah meningkat secara signifikan setelah laporan pada hari Rabu.

Related posts