Header Ads

Raskin : Sinyal Penurunan Suku Bunga The Fed Sangat Kuat

Sarah Bloom Raskin yang pernah menjabat sebagai salah satu anggota dewan The Fed periode 2010-2014, menilai bahwa Federal Reserve telah mengirim sinyal yang sangat kuat bahwa mereka akan mempertimbangkan untuk menerapkan kebijakan pemangkasan suku bunga.

Hal ini disuarakan oleh Raskin berdasarkan pidato dari Jerome Powell baru-baru ini yang mengatakan bahwa bank sentral akan bertindak sesuai kondisi untuk mempertahankan ekspansi ekonomi AS. Lebih lanjut Raskin yang kini menjabat sebagai Senior Partner di Duke University, mengatakan bahwa dirinya berpikir bahwa Powell telah memberikan pesan yang jelas kepada pasar sebagai indikasi adanya kebijakan penurunan suku bunga, yang pada dasarnya adalah para pejabat FOMC tengah bersiap untuk melakukan pembicaraan mengenai pemangkasan suku bunga.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), yang bertanggung jawab untuk menetapkan kebijakan moneter Amerika, dijadwalkan untuk bertemu berikutnya pada 18-19 Juni untuk mengambil keputusan mengenai suku bunga.

Sebelumnya para investor telah memprediksikan bahwa The Fed akan memangkas suku bunganya, meskipun bank sentral AS tersebut telah mengindikasikan sebelumnya bahwa mereka akan mempertahankan kebijakan moneter di tingkat stabil sepanjang tahun ini. Para pelaku pasar yang menginginkan adanya kebijakan penurunan suku bunga, berpendapat bahwa perang perdagangan AS-Cina, telah mengancam terjadinya perlambatan ekonomi global, yang pada gilirannya akan merugikan ekonomi AS.

Sementara itu, Kepala Ekonom Morgan Stanley, Chetan Ahya menyatakan bahwa dirinya percaya bahwa apapun respon terhadap kebijakan yang diambil oleh The Fed, kemungkinan akan bersifat sangat reaktif terhadap langkah kebijakan selanjutnya dari Presiden Donald Trump terkait perselisihan perdagangan antara Washington dan Beijing. Lebih lanjut Ahya mengatakan kepada CNBC bahwa tanggapan pasar terhadap kebijakan nampaknya tidak dapat bersifat pre-emptive karena konsekuensi dari trade war yang berlarut-larut akan menimbulkan risiko eksternal, dan hal ini menjadi sesuatu yang tidak bisa dihindari oleh para pembuat kebijakan Cina serta bank sentral di negara maju.

Selain itu Raskin juga mengatakan bahwa pertarungan tarif antara AS-Cina adalah sebuah risiko bagi ekonomi AS karena hal tersebut akan membawa kerugian bagi para produsen dan konsumen. Beliau juga menambahkan bahwa ancaman dari trade war terjadi di saat ekonomi yang tengah mengalami perlambatan.

Sedangkan Ahya menyampaikan kepada CNBC dalam acara “Street Sign” bahwasanya apa yang disebutkan oleh Powell adalah jika situasi berubah menjadi buruk. Ahya juga menjelaskan bahwa jika tarif impor sudah berlaku dalam tiga hingga empat bulan, maka kemungkinan The Fed akan menurunkan suku bunga skitar 50 basis poin di bulan September mendatang, dan bahkan berpotensi lebih besar lagi, tergantung dari kondisi pasar keuangan. Akan tetapi semua itu nampaknya belum cukup membendung perlambatan pertumbuhan yang sedang terjadi saat ini.(WD)

Related posts