RBA Akan Melakukan Peninjauan Kembali Terhadap Penurunan Suku Bunga

Dalam risalah pertemuan kebijakan Reserve Bank of Australia pada 4 Februari lalu, bank sentral memutuskan untuk melakukan peninjauan kembali terhadap kebijakan penurunan suku bunga lebih lanjut, namun memilih untuk tidak mendorong pinjaman tambahan saat terjadi kenaikan di harga rumah.

RBA juga memperkirakan bahwa wabah virus corona berpotensi mengurangi laju pertumbuhan ekspor selama periode paruh pertama di tahun ini, yang mana diakui bahwa sulit untuk menilai dampak potensial secara tidak langsung dari epidemi tersebut serta bencana kebakaran hutan yang membawa kehancuran selama musim panas lalu.

Namun bank sentral Australia tetap mempertahankan pandangan optimisnya secara lebih luas mengenai prospek ekonomi Australia, sembari mempertahankan bias pelonggaran kebijakan moneternya serta mengulangi tingkat ekspektasinya yang cenderung tetap berada di kisaran rendah untuk periode yang panjang.

Pada tahun lalu RBA telah menerapkan kebijakan penurunan suku bunganya hingga ke rekor terendahnya di kisaran 0.75% serta sekaligus mempertahankan suku bunga tidak berubah dua pekan lalu.

Risalah RBA menyebutkan bahwa prospek ekonomi Australia menunjukkan pertumbuhan yang membaik, seiring dukungan dari perputaran dalam investasi sektor pertambangan dan efek kebakaran hutan dalam jangka pendek sementara akan membebani laju pertumbuhan domestik, namun pemulihan ini kemungkinan akan membalikkan efek negatif terhadap besaran Produk Domestik Bruto.

Sementara itu RBA tetap bertahan terhadap pandangan jangka panjangnya bahwa konsumsi pada akhirnya akan mengalami peningkatan mengikuti penurunan suku bunga, potongan pajak serta kenaikan harga rumah. Lebih lanjut RBA mengatakan bahwa periode pertumbuhan yang lambat dalam pendapatan, diperkirakan akan terus membebani konsumsi selama periode kuartal mendatang.

Selain itu data terbaru juga menunjukkan bahwa sektor rumah tangga tengah mengarahkan lebih banyak pendapatannya untuk menabung dan mengurangi hutang mereka. RBA juga memperkirakan terjadi sedikit pergerakan dalam laju pertumbuhan upah dan melihat tingkat pengangguran bertahan di kisarannya baru-baru ini.

Mereka juga mencatat bahwa laju pertumbuhan pekerjaan di kuartal terakhir tahun 2019 lalu, berpotensi menunjukkan laju perekrutan yang lebih lemah pada paruh pertama tahun ini berdasarkan indikator utama dan laju pertumbuhan ekonomi jangka pendek yang lebih lambat.(WD)

Related posts