Header Ads

RBA Memangkas Suku Bunga

Guna memastikan laju pemulihan yang lebih cepat terhadap ekonomi Australia yang telah dibebaskan dari kebijakan lockdown, Reserve Bank of Australia memutuskan untuk memangkas suku bunga acuan mereka, sekaligus mengumumkan program pembelian obligasi baru.

Seperti yang telah diperkirakan oleh mayoritas ekonom sebelumnya, Reserve Bank of Australia menurunkan suku bunga utamanya, target kurva hasil dan suku bunga fasilitas pinjaman bank menjadi 0.10% dari 0.25%, selain itu dewan kebijakan bank sentral juga akan menerapkan program pembelian obligasi pemerintah dengan tenor 5-10 tahun senilai A$100 milliar selama enam bulan kedepan.

Dalam pernyataannya setelah pertemuan kebijakan pagi hari tadi, Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bahwa kombinasi pembelian obligasi RBA dan suku bunga yang lebih rendah di seluruh kurva imbal hasil akan membantu pemulihan dengan menurunkan biaya pembiayaan bagi para peminjam dan berkontribusi pada nilai tukar yang lebih rendah dibandingkan sebaliknya, sekaligus mendukung harga aset dan neraca.

Langkah ini mencerminkan keinginan bank sentral untuk membawa ekonomi Australia keluar dari resesi pertamanya dalam hampir 30 tahun dan mencegah pengangguran menjadi mengakar.

Selain memangkas suku bunga hingga ke rekor terendah barunya, penggunaan lebih lanjut alat kebijakan non-konvensional menunjukkan RBA, telah mencapai akhir dari amunisi kebijakan konvensionalnya.

Upaya ini seperti yang dilakukan oleh bank sentral lainnya di dunia, untuk mempersiapkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut seiring kebangkitan virus corona yang mengancam laju pemulihan global.

Seperti yang dilakukan oleh kepala Bank Sentral Eropa Christine Lagarde yang pada pekan lalu mengatakan bahwa ada sedikit keraguan dari para pembuat kebijakan dalam menyetujui paket baru stimulus moneter di bulan Desember, sementara Bank of England diperkirakan akan meningkatkan pelonggaran kuantitaifnya di hari Kamis lusa, saat kebijakan lockdown baru mulai diberlakukan.

Sedangkan Federal Reserve diperkirakan akan menahan stimulus tambahan pada pertemuan di pekan yang bersamaan waktunya dengan pemilihan presiden, meskipun kemungkinan akan membiarkan terbukanya peluang untuk menyesuaikan pembelian obligasi.

Lebih lanjut Philip Lowe mengatakan bahwa dirinya akan meningkatkan stimulus pada saat ekonomi menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang kuat, dibantu oleh negara bagian Victoria yang telah kembali meningkatkan aktifitas ekonominya setelah sebelumnya memberlakukan kebijakan lockdown ketat sejak bulan Juli.

Dilaporkan pula bahwa tingkat lowongan kerja yang diiklankan kembali mengalami lonjakan di bulan Oktober, sementara jumlah persetujuan bangunan juga melonjak dan harga rumah telah melanjutkan laju pertumbuhannya untuk pertama kalinya dalam enam bulan.

Program stimulus pemerintah telah membuat sektor rumah tangga memiliki lebih banyak uang tunai, yang tercatat dalam rasio tabungan yang telah berada di posisi tertingginya dalam 46 tahun di periode kuartal kedua, yang menunjukkan bahwa pandemi Covid-19 dapat dicegah sehingga laju pemulihan dapat terjadi dengan cepat.

Namun demikian ada batasan terhadap sektor pendidikan dan pariwisata luar negeri yang masih mengalami penghapusan hingga perbatasan internasional kembali dibuka, menyusul otoritas Australia yang berharap bahwa kondisi yang sama dengan yang terjadi di Eropa dan AS yang berjuang meredam wabah Covid-19, dapat dengan segera menerapkan kelonggaran yang cukup dari hantaman pandemi.(WD)

Related posts