RBA Mempertahankan Suku Bunga Dengan Kondisi Tenaga Kerja Yang Masih Kokoh

Bank sentral Australia (RBA) mempertahankan suku bunga pada hari Selasa dan sekali lagi menyoroti kekuatan lapangan kerja yang masih solid. RBA tidak menunjukkan kecenderungan langsung untuk menggemakan nada dovish dari beberapa rekan globalnya.

Pesan terukur ini datang hanya beberapa jam sebelum pemerintah konservatif negara itu diharapkan akan merilis anggaran tahunan yang dilengkapi dengan keringanan pajak dan belanja infrastruktur, stimulus yang mungkin mengurangi kebutuhan untuk penurunan suku bunga tahun ini.

Reserve Bank of Australia (RBA) mengakhiri pertemuan kebijakan April dihari Selasa dengan suku bunga stabil dilevel 1.5 persen, di mana mereka mempertahankan sejak pertengahan 2016. Pernyataannya juga tidak menampik adanya urgensi untuk bertindak.

“Dengan mempertimbangkan informasi yang tersedia, dewan menilai bahwa mempertahankan sikap kebijakan moneter tidak berubah pada pertemuan ini akan konsisten dengan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan mencapai target inflasi dari waktu ke waktu,” kata bank dalam sebuah pernyataan. Bank sentral mencatat bahwa tingkat suku bunga rendah terus mendukung perekonomian Australia.

Pembuat kebijakan mengharapkan kemajuan lebih lanjut dalam pengurangan pengangguran dan inflasi yang kembali ke target, meskipun kemajuan ini cenderung bertahap.

RBA mengatakan bahwa prospek ekonomi global tetap masuk akal, bahkan ketika pertumbuhan telah melambat dan risiko penurunan telah meningkat. “Pertumbuhan dalam perdagangan internasional telah menurun dan niat investasi telah melunak di sejumlah negara,” katanya.

RBA memberikan nada berhati-hati tentang ekonomi dan mengatakan bahwa data GDP berada dalam “gambaran ekonomi yang lebih lembut daripada data pasar tenaga kerja.”

“Pertumbuhan konsumsi rumah tangga dipengaruhi oleh periode berlarut-larut dari pelemahan pendapatan rumah tangga riil dan penyesuaian di pasar perumahan. Kekeringan di beberapa bagian negara juga mempengaruhi hasil pertanian,” katanya.

“Mengimbangi faktor-faktor ini, tingkat pengeluaran yang lebih tinggi untuk infrastruktur publik dan peningkatan investasi swasta mendukung prospek pertumbuhan, seperti pertumbuhan yang stabil dalam lapangan kerja.”

Bank mencatat bahwa inflasi tetap rendah dan stabil. Meskipun inflasi yang mendasarinya diperkirakan akan meningkat selama beberapa tahun ke depan, kenaikannya memakan waktu sedikit lebih lama dari yang diperkirakan. Bank meninggalkan perkiraan untuk inflasi yang mendasarinya tidak berubah pada 2 persen untuk tahun ini dan 2,25 persen untuk 2020.

Bank juga mengindikasikan bahwa penurunan di pasar perumahan terus berlanjut, setelah kenaikan harga yang besar dibulan sebelumnya di beberapa kota. Kondisi perumahan tetap lunak dan inflasi sewa tetap rendah.

 

Related posts