Header Ads

RBA Mempertahankan Suku Bunga Di Kisaran Rendahnya

Seperti yang sudah diperkirakan sebelumnya, Reserve Bank of Australia telah mempertahankan suku bunga acuannya di rekor terendahnya serta mengatakan bahwa mereka akan melakukan langkah apapun yang diperlukan untuk mencapai target imbal hasil obligasi pemerintah tenor tiga tahun di kisaran 0.25%, seiring perkiraan kontraksi ekonomi yang lebih besar di kuartal berikutnya.

Sebelumnya RBA telah memangkas suku bunga acuannya menjadi 0.25% pada 19 Maret lalu, bersamaan dengan diluncurkannya paket stimulus yang belum pernah terjadi sebelumnya, termasuk program pembelian obligasi tanpa batas.

Pada pagi hari tadi waktu setempat, dewan kebijakan bank sentral menegaskan bahwa semua elemen dari paket stimulus tersebut serta mengatakan bahwa tidak akan menaikkan suku bunga mereka sampai mereka mampu membuat kemajuan di sektor lapangan kerja dan target inflasi.

Dalam pernyataan singkatnya seusai pertemuan kebijakan, Gubernur RBA Philip Lowe mengatakan bahwa ada ketidakpastian yang cukup besar mengenai prospek jangka pendek bagi ekonomi Australia yang akan sangat bergantung pada keberhasilan upaya penanggulangan pandemi serta seberapa lama langkah social distancing diterapkan.

Lebih lanjut Lowe menyampaikan bahwa meskipun demikian kontraksi ekonomi yang sangat besar diperkirakan akan tercatat di kuartal berikutnya serta tingkat pengangguran diperkirakan akan meningkat ke level tertingginya selama beberapa tahun kedepan.

Pembatasan pergerakan manusia dan pertemuan telah memaksa banyak bisnis di bidang perhotelan, ritel, transportasi, pendidikan, dan bahkan layanan masyarakat ditutup.

Sementara sejumlah sektor bisnis yang tetap dibuka tengah menghadapi penurunan penjualan dan mengalami peningkatan pembatasan aktifitas operasional.

Sebuah data terpisah dari Australia and New Zealand Banking Group (ANZ), menunjukkan bahwa iklan pekerjaan di Australia mengalami penurunan terbesarnya dalam lebih dari satu dekade terakhirnya di bulan Maret lalu.

Sedangkan sebuah hasil survei dari ANZ dan Roy Morgan menunjukkan bahwa sentimen konsumen mengalami lonjakan di pekan lalu, karena rencana JobKeeper dari pemerintah Australia untuk mensubsidi sejumlah oekerja telah meringankan kondisi saat ini meskipun dalam skala kecil, setelah mengalami penurunan drastis dalam dua bulan sebelumnya.

Para ekonom tengah diliputi kekhawatiran bahwa tingkat pengangguran Australia akan melonjak menuju 10% dalam beberapa bulan mendatang akibat ekonomi yang hampir mendekati resesi di tengah upaya melawan penyebaran virus.

Selain itu Australian Bureau of Statistics (ABS) melaporkan bahwa neraca perdagangan Australia juga mengalami penyempitan menjadi A$4.36 milliar (US$2.67 milliar) dengan penurunan pendapatan dari sektor pariwisata sebesar 15% di bulan Februari atau turun A$1 milliar dalam kurun waktu dua bulan.(WD)

Related posts