Header Ads

RBA Mempertahankan Suku Bunga Seiring Inflasi Masih Rendah

RBA

Australia mempertahankan suku bunga direkor terendah karena penurunan tingkat pengangguran gagal menggeser ‘jarum’ inflasi.

Gubernur Reserve Bank Philip Lowe memertahankan tingkat suku bunga acuan dilevel 1.5 persen pada hari Selasa, untuk mengangkat pertumbuhan ekonomi yang kuat dan pada akhirnya perekrutan pekerjaan akan mendorong pengusaha untuk menawarkan upah yang lebih tinggi. Sehingga akhirnya akan memutus siklus inflasi yang rendah.

Tetapi skenario ideal bagi bank sentral ini telah berada di bawah ancaman dari penurunan harga properti. Harga properti diwilayah Sydney turun hampir 10 persen dari Juli tahun lalu. Sehingga bisa mendorong para rumah tangga akan mengurangi pengeluaran dan malah meningkatkan tabungan mereka di lingkungan pendapatan yang stagnan. Di sisi lain, penurunan 11 persen mata uang dari puncaknya di bulan Januari dapat memberikan beberapa stimulus.

“Prakiraan untuk pertumbuhan ekonomi pada 2018 dan 2019 telah direvisi sedikit,” kata Lowe dalam pernyataannya yang menyertai keputusan kebijakan. “Skenario utama adalah untuk pertumbuhan PDB rata-rata sekitar 3.5 persen selama dua tahun ini, sebelum melambat pada 2020 karena pertumbuhan lebih lambat dalam ekspor sumber daya.”

Angka-angka ekonomi mengesankan: pengangguran telah jatuh hingga 5 persen dan pertumbuhan melonjak menjadi 3.4 persen. Namun inflasi telah di bawah atau mendekati bagian bawah target 2-3 persen bank sentral.

Selain itu, konflik perdagangan AS-Cina menimbulkan tantangan bagi ekonomi, mengingat ekspor Australia paling bergantung pada ekonomi Cina.

Related posts