RBA Mengisyaratkan Adanya Penurunan Suku Bunga Di Bulan Juni

Dalam risalah rapat kebijakan moneternya, Philip Lowe selaku Gubernur Reserve Bank of Australia akan mempertimbangkan untuk menurunkan suku bunga pada pertemuan kebijakan di bulan Juni, yang mana ini menjadi sinyal paling jelas untuk langkah selanjutnya dalam kebijakan suku bunga.

Dalam sambutannya Philip Lowe mengatakan bahwa tingkat uang tunai yang lebih rendah akan memberikan dukungan bagi pertumbuhan lapangan kerja serta akan membawa kemajuan saat laju inflasi menuju target secara konsisten. Lebih lanjut Lowe mengatakan bahwa mengingat penilaian terhadap ekonomi Australia saat ini, maka pada pertemuan kebijakan dua minggu kedepan, RBA kemungkinan akan mempertimbangkan untuk menentukan tingkat suku bunga lebih rendah.

Kebijakan pemangkasan suku bunga ini akan menjadi yang pertama kalinya sejak pelonggaran kebijakan RBA yang terakhir hingga ke rekor terendahnya di 1.50% pada Agustus 2016. Saat ini pasar keuangan menempatkan peluang 50:50 dari level yang lebih rendah pada bulan Juni mendatang.

Bank sentral Australia tengah berjuang untuk melawan melambatnya ekonomi Australia secara tajam, hingga senilai A$1.9 triliun atau setara dengan $1.31 triliun, laju inflasi yang lemah serta lambannya pertumbuhan belanja konsumen. Hingga saat ini pasar tenaga kerja mejadi satu-satunya pemicu bagi kebijakan bank sentral Australia, namun data terbaru menunjukkan bahwa tingkat pengangguran berada di kisaran 5.2% di bulan April dari 4.9% yang merupakan level terendahnya dalam satu dekade terakhir. Harapan dari bank sentral Australia adalah supaya pertumbuhan lapangan kerja mengalami perlambatan seiring waktu secara bertahap.

Lowe juga menilai bahwa ekonomi negeri kangguru tersebut dapat memberikan dukungan bagi tingkat pengangguran di bawah 5%, tanpa harus meningkatkan kekhawatiran terhadap laju inflasi. Dalam pidatonya yang berjudul “The Economic Outlook and Monetary Policy”, Lowe mengatakan bahwa jika tingkat pengangguran tidak bergerak ke level lebih rendah dengan kebijakan saat ini, maka akan ada sejumlah opsi, yang mengacu kepada pelonggaran moneter lebih lanjut, dukungan fiskal tambahan termasuk melalui pengeluaran untuk infrastruktur dan kebijakan struktural yang mendukung investasi bisnis sebagai opsi kebijakan yang paling masuk akal saat ini.

Beliau juga mengatakan bahwa alasan utama pergeseran momentum ekonomi Australia, yang mencatat pertumbuhan 0.8% di kuartal terakhir, adalah perlambatan tingkat konsumsi di sektor rumah tangga. Selama paruh kedua di tahun 2018 lalu, pengeluaran konsumen mencatat kenaikan hanya sebesar 0.75%. Selama tiga tahun terakhir, laju pendapatan rumah tangga telah mengalami peningkatan rata-rata hanya sebesar 2.75%, yang mana jauh lebih rendah dari kenaikan rata-rata 6% dalam dekade sebelumnya.

Dikarenakan periode pertumbuhan pendapatan yang lemah ini masih berlanjut, maka semakin sulit bagi sektor rumah tangga untuk mengabaikannya hanya sebagai pembangunan sementara. Untuk itu Lowe meminta pemerintah koalisi yang baru terpilih untuk berperan dalam meningkatkan pendapatan sektor rumah tangga.

Namun demikian Lowe nampaknya harus menunggu karena pemerintah yang dipimpin oleh Perdana Menteri Scott Morrison kemungkinan tidak akan memenuhi batas waktu di bulan Juni untuk keringanan pajak karena para anggota parlemen kemungkinan tidak dapat bersidang sesuai jadwal yang ditetapkan.(WD)

Related posts