Header Ads

REC: Kekisruhan Brexit Mendorong Perusahaan Inggris Memangkas Perekrutan Hingga Terendah Sejak 2016

Perusahaan-perusahaan di Inggris memangkas pekerjaan staf secara permanen pada tingkat tercepat sejak pertengahan 2016, sebuah tanda bahwa keributan Brexit mungkin mulai mempengaruhi pasar tenaga kerja Inggris yang kuat, survei perekrutan yang dirilis pada hari Jumat.

Permintaan staf tumbuh pada laju terlemah sejak Agustus 2016, tak lama setelah hasil referendum untuk pemungutan suara meninggalkan Uni Eropa, menurut laporan KPMG / Rekrutmen dan Konfederasi Pekerjaan (REC) bulanan tentang pekerjaan.

Laporan itu menambahkan serangkaian data suram dari sektor bisnis menjelang Brexit, meskipun ada pembelanjaan konsumen yang kuat dan hingga titik ini, pertumbuhan lapangan kerja masih cukup kuat.

“Kami memiliki pasar tenaga kerja yang fantastis yang memberikan lapangan kerja tinggi dan fleksibilitas bagi pekerja karena membantu perusahaan memenuhi kebutuhan mereka dengan mudah. ​​Ini adalah kisah sukses di Inggris. Tetapi ketidakpastian Brexit telah mengerem,” kata kepala eksekutif REC Neil Carberry.

“Mengakhiri ketidakpastian di sekitar Brexit akan membantu perusahaan berinvestasi dan menciptakan lapangan kerja,” tambahnya. “Perusahaan di seluruh negeri membutuhkan rencana yang stabil.”

Inggris dapat meminta Uni Eropa untuk penundaan panjang Brexit pada minggu depan jika pembicaraan krisis antara pemerintah Perdana Menteri Theresa May dan oposisi Partai Buruh gagal menemukan jalan keluar dari kebuntuan atas perpisahaan dari Uni Eropa.

Related posts