Regulator Cina Berharap Hubungan Dengan AS Membaik

Selama di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, hubungan antara Cina dan AS berada di titik terburuknya dalam beberapa dekade terakhir, seiring perselisihan yang terjadi dinatara keduanya, mulai dari masalah teknologi dan perdagangan hingga mengenai masalah Hong Kong dan virus corona.

Hal ini diharapkan oleh pihak Regulator sekuritas terkemuka di Cina, akan membaik di bawah kepemimpinan presiden terpilih dari Partai Demokrat, Joe Biden, dan pemerintahan Beijing mengharapkan pemerintahan Biden akan melanjutkan pembicaraan diantara keduanya yang belum selesai, guna mengelola perbedaan sekaligus mendorong kemajuan hubungan antara AS dan Cina kembali ke jalur yang benar.

Terkait akan hal tersebut Wakil Ketua Komisi Pengaturan Sekuritas Cina Fang Xinghai, mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap di akhir periode pemerintahan Joe Biden pada empat tahun kedepan nanti maka hubungan antara AS dan Cina akan berjalan jauh lebih baik dibanding saat ini.

Dalam kesempatan berbicara di sesi Bloomberg New Economy Forum, Fang juga menyampaikan bahwa sementara ini pihak Beijing harus dapat menyelesaikan masalah akuntansi dengan perusahaan Cina di bawah pemerintahan Biden.

Saat ditanya oleh wartawan mengenai apakah penawaran umum perdana senilai $37 miliar yang direncanakan oleh Ant Group akan dilanjutkan, Fang mengatakan bahwa hal tersebut bergantung pada bagaimana pemerintah mampu merestrukturisasi kerangka peraturan mengenai teknologi keuangan serta bagaimana perusahaan bereaksi terhadap lingkungan peraturan yang telah berubah.

Seperti diketahui sebelumnya Ant Group, dengan model bisnisnya yang unik dan tidak mempunyai saingan, baik di Cina atau di tempat lain, telah berkembang secara pesat sebagai platform teknologi yang jauh dari regulasi sektor perbankan, terlepas dari rangkaian produk keuangan mereka.

Namun demikian pihak Beijing menjadi tidak nyaman dengan bank-bank yang terus menggunakan model pemberi pinjaman mikro atau platform teknologi pihak ketiga seperti Ant, yang digunakan untuk penjaminan pinjaman di tengah kekhwatiran terhadap meningkatnya default dan penurunan kualitas aset dalam kondisi ekonomi yang tengah dilanda pandemi.(WD)

Related posts