Header Ads

Rehn : Kejatuhan Brexit Merupakan Bahaya Terbesar Bagi Ekonomi

Kemungkinan kejatuhan Brexit merupakan bahaya jangka pendek terbesar bagi ekonomi dan pasar keuangan tampaknya “meremehkan risiko,” kata anggota Dewan Pemerintahan Bank Sentral Eropa Olli Rehn dalam sebuah wawancara dengan Die Welt yang diterbitkan pada hari Senin.

Bank sentral harus memastikan “tidak ada turbulensi yang lebih besar” bahkan jika Inggris meninggalkan Uni Eropa tanpa kesepakatan, kata Rehn kepada surat kabar Jerman, seraya menambahkan ia berharap skenario Brexit tanpa kesepakatan tidak akan terjadi.

ECB telah secara protektif menandatangani apa yang disebut perjanjian swap line dengan Bank of England untuk menjaga kecukupan pasokan euro dan poundsterling Inggris untuk lembaga keuangan, katanya.

Rehn mengatakan pertumbuhan ekonomi di zona euro “telah melemah secara signifikan” dan menawarkan alasan untuk khawatir. Penyebab utama adalah ketidakpastian di dalam dan di luar zona euro, khususnya sengketa perdagangan antara AS dan China, katanya.

Sebuah tinjauan terhadap strategi ECB Rehn telah menyarankan akan “jelas bukan revolusi, melainkan sebuah evolusi” untuk mencerminkan perubahan yang lebih luas seperti populasi yang menua dan efek digitalisasi, katanya. Stabilitas harga akan tetap menjadi prioritas utama dan mandat ECB tidak perlu dipertanyakan, kata Rehn.

Related posts