Retail Sales Australia Stagnan Akibat Turunnya Laju Pengeluaran Konsumen

Para pengecer di Australia tengah menghadapi kesulitan selama bulan Oktober seiring para konsumen yang merasa gelisah untuk memilih menimbun dana mereka yang lebih besar akibat dari suku bunga yang rendah dan potongan pajak, sehingga berpotensi mempengaruhi ekonomi Australia yang saat ini tergantung dari laju belanja konsumennya.

Laju penjualan ritel tidak mengalami pertumbuhan dari periode sebelumnya dan tetap di angka A$27.6 milliar atau setara dengan $18.73 milliar, mematahkan ekspektasi analis yang mengharapkan kenaikan 0.3%, akibat penjualan pakaian, barang-barang rumah tangga dan department store mengalami penurunan.

Sektor penjualan ritel telah menderita dan mengalami fase terburuk sejak resesi di tahun 1991, akibat para konsumen yang berjuang di tengah terhentinya laju pertumbuhan upah serta tingkat hutang yang sangat tinggi. Para investor saat ini tengah bertaruh terhadap para pembuat kebijakan yang harus melakukan sejumlah langkah-langkah guna menghidupkan kembali laju pengeluaran konsumen.

Dengan melemahnya tingkat konsumsi rumah tangga saat ini, maka hal ini menjadi alasan utama bagi laju produk domestik bruto Australia yang hanya tumbuh secara moderat di kisaran 0.4% pada kuartal ketiga lalu, sehingga dinilai akan memperlambat laju pertumbuhan di kuartal terakhir tahun ini.

Meskipun penilaian terhadap para pengecer sedikit membaik dalam penjualan musim belanja Black Friday dan Cyber Monday di bulan November, namun secara keseluruhan penjualan ritel masih belum mencatat pertumbuhan yang signifikan.

Salah seorang ekonom di ANZ, Adelaide Timbrell mencatat bahwa lonjakan penjualan yang biasanya terjadi di saat Natal, sepertinya akan berkurang. Hal ini disampaikan oleh beliau seiring pertumbuhan ritel online dan khususnya terhadap adanya diskon besar-besaran menjelang memasuki musim Natal, kemungkinan berada di balik melemahnya sektor tersebut, yang telah berada dalam tren penurunan tertentu dalam 10-12 tahun terakhir.

Sementara para pengecer tengah berjuang untuk mendapatkan momentumnya kembali, para eksportir Australia merasa tidak pernah mendapatkan hasil yang sedemikian baik, seiring tingginya harga untuk sumber daya utama serta laju permintaan di pasar Asia yang kuat di sektor pariwisata dan pendidikan.

Data perdagangan yang dirilis pada pagi hari tadi, menunjukkan penyusutan surplus perdagangan Australia hingga sepertiga di bulan Oktober akibat dari ekspor sumber daya yang mengalami penurunan, yang menimbulkan rasa khawatir seiring sektor tersebut saat ini menjadi penopang utama bagi laju pertumbuhan ekonomi negara tersebut.

Penyusutan surplus ini akibat dari penurunan laju ekspor hingga sebesar 5%. Pendapatan dari pengiriman komoditas bijih besi turun sebesar A$1.2 milliar, akibat dari turunnya harga komoditas tersebut dari level tertinggi, setelah adanya gangguan pasokan dari Brasil.

Belinda Alen selaku ekonomi di CBA, mengatakan bahwa harga komoditas yang lebih rendah di bulan Oktober dan November, memiliki risiko terhadap penurunan nilai ekspor dalam beberapa bulan mendatang.(WD)

Related posts