Header Ads

Retail Sales Inggris Rebound Di Bulan Januari

Konsumen di Inggris mulai membelanjakan uangnya di awal tahun ini setelah akhir tahun lalu berjalan dengan lambat, yang mana hal ini menambahkan tanda-tanda peningkatan sentimen sejak pemilihan umum di bulan Desember lalu, sehingga diterjemahkan sebagai aktifitas ekonomi yang kuat.

Volume penjualan ritel naik 0.9% di bulan Januari berdasarkan penyesuaian musiman, setelah sebelumnya mengalami penurunan 0.5% di bulan Desember.

Angka yang dirilis oleh Office for National Statistics mencatat kenaikan terbesarnya sejak bulan Maret tahun lalu serta menunjukkan perubahan haluan yang lebih kuat dari rata-rata pertumbuhan di tingkat bulanan di angka 0.7% yang diperkirakan oleh para ekonom dalam jajak pendapat Reuters sebelumnya.

Sebelumnya laju permintaan konsumen mengalami hambatan di akhir tahun 2019 lalu, seiring kebuntuan politik di Parlemen Inggris terkait Brexit.

Sejak terpilihnya Boris Johnson sebagai Perdana Menteri, sentimen bisnis dan konsumen telah mengalami perbaikan, saat Inggris meninggalkan Uni Eropa pada 31 Januari lalu dengan kesepakatan transisi selama 11 bulan hingga akhir tahun ini.

Akan tetapi pertumbuhan penjualan di tingkat tahunan masih lemah, dan hanya mencatat kenaikan 0.8%, setelah mencatat pertumbuhan 0.9% pada bulan Desember lalu, yang secara luas masih sejalan dengan perkiraan dari para ekonom.

Selama periode Agustus hingga Desember, laju penjualan yang tidak termasuk bahan bakar dilaporkan tidak mengalami pertumbuhan sama sekali, sehingga mencatat laju yang paling lemah sejak pencatatan terhadap sektor ini dimulai pada tahun 1996.

Sebelumnya dilaporkan selama tahun 2019 lalu, tingkat permintaan konsumen telah menguat sehingga membantu memberikan dukungan bagi laju pertumbuhan pada saat sektor bisnis menimbulkan hambatan bagi investasi hingga ada kejelasan lebih lanjut mengenai Brexit.

Sementara itu British Retail Consortium merilis laporan yang menunjukkan perlambatan di pengeluaran selama bulan Januari menjadi 0.4% dari pertumbuhan 1.9% sebelumnya di bulan Desember.

Selain itu cabang supermarket Inggris dari pengecer terbesar dunia Walmart asal AS, ASDA mengatakan bahwa konsumen saat ini semakin sadar bahwa anggaran menjadi kontributor terhadap penurunan penjualan yang mendasari selama periode kuartal terakhir di tahun lalu.(W)D

Related posts