Reuter’s Poll : Bank of Korea Kemungkinan Mempertahankan Suku Bunga

Sebanyak 26 analis yang disurvei oleh Reuters memperkirakan bahwa Bank Sentral Korea Selatan akan menahan suku bunga pada pengumuman kebijakan di hari Kamis lusa seiring bank sentral yang mempertimbangkan kekhawatiran mengenai meningkatnya hutang rumah tangga dan harga properti dengan kebutuhan untuk memberikan dukungan bagi ekonomi yang dilanda pandemi.

Dalam hasil jajak pendapat itu disebutkan bahwa Bank of Korea akan mempertahankan suku bunga dasar tetap stabil di rekor terendahnya di 0.50%, setelah sebelumnya mengalami pemangkasan hingga sebanyak 75 basis poin sejak bulan Maret lalu.

Sementara itu sebanyak 13 dari 15 analis yang memberikan perkiraan untuk akhir 2021 mendatang, melihat bahwa suku bunga Bank of Korea akan stabil sepanjang tahun ini hingga tahun depan, sedangkan satu analis memperkirakan penurunan suku bunga di tahun 2021 mendatang dan sisanya memperkirakan adanya kenaikan suku bunga.

Seperti diketahui bahwa ekonomi Korea Selatan mengalami penurunan hingga ke dalam jurang resesi di periode kuartal kedua tahun ini, saat pandemi virus corona menghantam sektor ekspor dan aktifitas bisnis, meskipun pemerintah dan bank sentral berupaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Korea Selatan.

Analis di IBK Investment & Securities, Kim Jina mengatakan bahwa memang benar saat ini kondisi ekonomi Korea Selatan suram dan menuntut adanya kebijakan moneter yang akomodatif, namun bank sentral perlu untuk melihat apakah kebangkitan jumlah infeksi Covid-19 telah menyebabkan penurunan lebih lanjut dari indikator ekonomi, yang membuat tindakan kebijakan menjadi kurang mendesak.

Peninjauan kebijakan minggu ini dilakukan ketika Korea Selatan telah melihat lonjakan kasus virus korona dan sedang mempertimbangkan untuk menerapkan tahap terberat dari aturan jarak sosial, di mana sekolah dan bisnis akan kembali ditutup.

Namun risalah rapat pertemuan kebijakan moneter dari Bank of Korea terbaru, menunjukkan bahwa sementara ini para anggota dewan kebijakan telah menyetujui tingkat suku bunga yang diperlukan untuk sementara waktu, yang mana ini menandai kebutuhan untuk lebih memperhatikan ketidakseimbangan keuangan karena tingkat hutang rumah tangga mengalami peningkatan seiring meningkatnya harga properti.

Defa Zhao dari Continuum Economics mengatakan bahwa kekhawatiran mengenai kenaikan harga rumah dan pinjaman rumah tangga nampaknya akan menahan Bank of Korea dari pelonggaran kebijakan lebih lanjut.

Saat ini Bank of Korea memperkirakan bahwa laju produk domestik bruto Korea Selatan akan mengalami penurunan hingga 0.2% di tahun ini, yang mana ini merupakan angka terburuk sejak terjadinya krisis keuangan di tahun 1998 silam, dan diharapkan bahwa mereka akan merevisi perkiraan ini pada pertemuan di hari Kamis lusa.(WD)

Related posts