Header Ads

Reuter’s Poll : Bank Sentral Taiwan Akan Memangkas Suku Bunga

Dalam sebuah jajak pendapat Reuters terhadap 17 ekonom, disebutkan bahwa bank sentral Taiwan akan mengikuti langkah bank sentral utama dunia lainnya, dengan memangkas suku bunga mereka untuk pertama kalinya sejak 2016, di tengah ancaman virus corona terhadap ekonominya yang bergantung pada ekspor dengan Cina yang merupakan bagian penting dari rantai pasokan teknologi global.

Pemangkasan suku bunga tersebut dimaksudkan untuk menyesuaikan langkah bank sentral global dalam menerapkan pelonggaran kebijakan moneter untuk menopang pertumbuhan dan stabilitas keuangan di tengah buruknya sentimen investor.

Mayoritas ekonom dalam jajak pendapat, mengharapkan pemangkasan hingga 12.5 basis poin menjadi 1,25% di pertemuan dewan kebijakan bank sentral Taiwan pada hari Kamis lusa.

Sementara seorang ekonom memperkirakan bank sentral Taiwan akan memangkas suku bunga sebanyak 50 basis poin ke rekor terendah 0.875%, yang merupakan batas terendah dari kisaran perkiraan jajak pendapat.

Sedangkan enam ekonom lainnya memperkirakan adanya pemangkasan sebesar 25 basis poin yang menurunkan suku bunga acuan ke 1.125%, dan dua ekonom lainnya memperkirakan suku bunga akan tetap di 1.375%.

Selama ini sektor manufaktur Taiwan menjadi salah satu bagian terpenting dari rantai pasokan global bagi sejumlah raksasa teknologi seperti Apple Inc serta sejumlah perusahaan teknologi Cina yang mengalami gangguan sertal laju permintaan yang melambat akibat pandemi virus COVID-19.

Pada bulan lalu Taiwan memangkas estimasi pertumbuhan ekonomi di tahun 2020 ini menjadi 2.37%, berdasarkan ancaman pandemi virus.

Sebelumnya di pekan lalu bank sentral Taiwan telah mengeluarkan peringatan bahwa dampak wabah akan berlangsung lebih lama dari perkiraan, sehingga kombinasi antara kebijakan fiskal dan moneter akan lebih efektif dalam menangani dampaknya.

Pemerintahan Presiden Tsai Ing-wen telah meluncurkan paket stimulus sebesar 60 milliar Dollar Taiwan ($2 milliar), guna membantu meredam dampak virus terhadap ekonom dan telah tersedian tambahan senilai 40 milliar Dollar Taiwan.

Untuk sementara ini Taiwan hanya melaporkan 67 kasus virus, dibandingkan dengan lebih dari 80.800 di negara tetangganya, Cina, dan tengah bersiap-siap untuk mencegah penyebaran lebih lanjut, serta telah menutup kunjungan sebagian besar pengunjung asal Tiongkok ke negara kepulauan tersebut.

Di sisi lain para pemangku kebijakan pemerintahan Beijing mengatakan bahwa ekonomi Cina akan kembali normal di kuartal kedua saat dukungan dari pemerintah untuk mengurangi dampak epidemi virus, semakin terlihat dan memberikan hasil yang lebih efektif.

Salah seorang pejabat dari National Development and Reform Commission (NDRC), mengatakan kepada para wartawan bahwa Cina memiliki lebih banyak alat kebijakan dan akan meluncurkannya secara relevan di waktu yang tepat.(WD)

Related posts