Header Ads

Reuters Poll : Ekonomi Cina Akan Melemah Di Kuartal Pertama

Sebuah jajak pendapat Reuters terhadap sekitar 40 ekonom mengatakan bahwa ekonomi Cina yang saat ini terngah dilanda wabah virus, hanya tumbuh di laju yang paling lambat sejak terjadinya krisis keuangan, namun penurunan ini hanya akan bersifat sementara.

Polling terhadap sejumlah ekonom yang berbasis di Cina Daratan, Hong Kong, Singapura, Eropa dan AS memperkirakan pertumbuhan ekonomi Cina pada kuartal pertama di tingkat tahunan akan merosot menjadi 4.5% dari 6.0% pada kuartal sebelumnya.

Penurunan dalam periode triwulan ini diperkirakan akan mendorong penurunan tingkat pertumbuhan dalam periode setahun penuh di 2020 ini, menjadi 5.5% dari 6.1% di tahun lalu, yang mana ini menjadi angka terlemah sejak 1990 saat catatan pembanding mulai diberlakukan.

Namun demikian para ekonom masih merasa optimis bahwa ekonomi Cina akan bangkit kembali dalam waktu dekat setelah kuartal kedua, dengan pertumbuhan kemudian diperkirakan akan pulih hingga ke 5.7%. Angka ini masih jauh lebih tinggi dari perkiraan sejumlah ekonom yang berbasis di Cina Daratan, yang memperkirakan pertumbuhan di kisaran 2.9% – 6.5%.

Freya Beamish selaku kepala ekonom Asia di Pantheon di London, mengatakan bahwa tidak ada yang tahu kerusakan yang mungkin terjadi dalam upaya menahan epidemi virus terhadap laju pertumbuhan dan pihaknya menganggap bahwa GDP akan mengalami penurunan hingga di bawah 2% di kuartal pertama, dari 4.0% di kuartal keempat lalu.

Lebih lanjut Beamish mengatakan bahwa kehilangan produksi kemungkinan akan dibuat selama sisa tahun ini, namun beberapa aktifis sektor jasa akan menghilang. Ketika diminta untuk mengomentari apa yang akan terjadi pada perekonomian jika pihak berwenang China gagal menahan penyebaran virus dengan cepat, beberapa ekonom daratan enggan menanggapi.

Pertumbuhan diperkirakan melambat menjadi 3.5% pada kuartal pertama dalam skenario terburuk, menurut median dari 15 ekonom dalam menanggapi pertanyaan terpisah, dengan perkiraan berkisar antara nol dan 5.5%.

Sementara salah seorang analis ekonomi makro senior di Bank of China International di Beijing, mengatakan bahwa dirinya berpikir bahwa wabah virus akan terkendali di bulan April, namun dalam skenario terburuk laju pertumbuhan kemungkinan turun menjadi 2% hingga 3% di periode kuartal pertama dan menjadi 5% di periode setahun penuh pada 2020 ini.

Pangsa ekonomi global China telah meningkat empat kali lipat menjadi 16% sejak wabah SARS, sehingga setiap gangguan besar pada aktivitas ekonomi kemungkinan akan memiliki dampak yang lebih besar pada ekonomi dunia sekarang. Sejak saat itu komposisi ekonomi Cina telah mengalami perubahan secara signifikan menjadi lebih banyak konsumsi dan ekonomi yang digerakkan oleh sektor jasa.(WD)

Related posts