Header Ads

Reuter’s Poll : Ekspor Cina Tumbuh Lebih Kuat

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters mengemukakan bahwa perdagangan luar negeri Cina di bulan Oktober lalu, diperkirakan akan tumbuh cukup kuat seiring pemulihan di pasar global dan kondisi ekonomi domestik yang membaik.

Namun demikian masih ada kekhawatiran bahwa lonjakan kasus virus corona di luar negeri berpotensi memperlambat laju perdagangan internasional dalam beberapa bulan kedepan.

Selama bulan Oktober diperkirakan laju ekspor akan mencatat kenaikan sebesar 9.3% dari periode yang sama di tahun sebelumnya, dan menurut estimasi dari 20 ekonom dalam jajak pendapat tersebut bahwa angka ini mencatat penurunan sedikit dari pertumbuhan sebesar 9.9% di bulan September.

Sementara untuk impor kemungkinan juga akan mengalami kenaikan sebesar 9.5% di tingkat tahunan pada periode yang sama, yang oleh para ekonom dianggap sebagai peningkatan yang solid meskipun akan lebih lambat dari pada bulan September, disaat laju impor mengalami rebound sebesar 13.2%.

Disebutkan pula dalam jajak pendapat tersebut bahwa surplus perdagangan Cina diperkirakan akan meningkat menjadi $46 milliar di bulan Oktober dari $37 milliar di bulan September, sehingga perkiraan ini dapat menunjukkan laju pemulihan di negara ekonomi terbesar kedua dunia dari dampak yang ditimbulkan oleh pandemi virus corona.

Ekonomi China diperkirakan akan tumbuh sekitar 2% tahun ini – terlemah dalam lebih dari tiga dekade terakhir, tetapi masih jauh lebih kuat daripada negara ekonomi besar lainnya karena Cina mampu keluar lebih cepat dari krisis virus corona, setelah menjadi negara pertama yang dilanda pandemi.

Analis di Nomura mengatakan dalam catatannya bahwa jeda yang terjadi dalam pembukaan aktifitas ekonomi luar negeri diakibatkan oleh kebangkitan kembali kasus infeksi Covid-19, yang menimbulkan beban bagi pertumbuhan impor di bulan Oktober dan diperkirakan impor minyak mentah akan mengalami sedikit pertumbuhan.

Sejumlah analis juga mencatat ada lebih sedikit hari kerja bulan lalu dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu karena libur nasional yang panjang, yang mungkin mengarah pada pembacaan yang sedikit lebih lunak.

Mereka juga menyampaikan bahwa kinerja perdagangan Cina berpotensi menderita selama beberapa bulan kedepan seiring langkah-langkah pengendalian virus yang lebih ketat telah diberlakukan kembali oleh sejumlah negara mitra dagang mereka akibat peningkatan kasus infeksi virus di Eropa dan AS.

Selain itu sejumlah perusahaan telah mengeluarkan laporan bahwa gelombang infeksi virus kedua di sejumlah negara, telah memperpanjang periode pengadaan untuk impor bahan mentah dan sekaligus meningkatkan biaya transportasi.(WD)

Related posts