Reuter’s Poll : Ekspor Korea Selatan Akan Menyusut Di Bulan Agustus

Dalam hasil jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters terhadap 11 ekonom disebutkan bahwa ekspor Korea Selatan kemungkinan akan mengalami penyusutan di bulan Agustus, seiring efek dari hari kerja yang lebih sedikit hingga melebihi pemulihan bertahap dalam permintaan global akibat dari semakin banyaknya negara yang melonggarkan kebijakan lockdown.

Pengiriman Korea Selatan ke pasar luar negeri di bulan Agustus diperkirakan akan mengalami kontraksi hingga 11.5% dari periode yang sama di tahun sebelumnya sehingga mencatat penurunan dalam enam bulan berturut-turut, lebih besar jika dibandingkan penurunan 7.0% dalam data awal di 20 hari pertama bulan ini serta lebih besar dari penurunan 7.1% di bulan Juli sebelumnya.

Ekonom di Eugene Investment & Securities, Lee Sang-jae mengatakan bahwa penurunan yang lebih tajam dalam laju ekspor di bulan Agustus disebabkan oleh jumlah hari kerja yang lebih sedikit, namun rata-rata ekspor per hari terlihat mengalami penyusutan dalam kecepatan yang lebih lambat, sehingga mendukung momentum pemulihan yang berkelanjutan.

Sementara ekonom lainnya percata bahwa laju ekspor akan berubah secara perlahan-lahan, mengingat meningkatnya laju permintaan dari mitra dagang utama dari Korea Selatan, yaitu Cina dan Amerika yang menjadi tujuan ekspor terutama untuk produk elektronik.

Pada hari Kamis kemarin Bank of Korea telah menurunkan proyeksi ekonomi Korea Selatan di tahun 2020 secara tajam, dengan perkiraan akan terkontraksi sebesar 1.3%, yang merupakan proyeksi terburuk dalam lebih dari dekade, yang mana perkiraan penurunan ini lebih besar ari perkiraan penurunan sebelumnya sebesar 0.2%, menyusul gelombag kedua infeksi virus yang kembali melanda.

Ekonomi Korea Selatan hingga saat ini sangat bergantung pada sektor perdagangannya dengan ekspor dan impor yang memberikan kontribusi hingga sebesar 63.7% dari nominal Produk Domestik Bruto di 2019 lalu.

Sementara itu sebanyak 10 ekonom memperkirakan produksi industri pada bulan Juli akan mengalami kenaikan 1.9% di tingkat bulanan yang disesuaikan secara musiman, yang mana angka pertumbuhan ini lebih lambat dari 7.2% di bulan Juni, namun mereka juga mengkhawatirkan bahwa data yang sama untuk kedepannya dapat memburuk seiring cerminan penyebaran virus yang semakin masif.

Selain itu 10 ekonom tersebut juga memperkirakan bahwa harga konsumen akan mengalami kenaikan rata-rata 0.4% di bulan Agustus dari tahun sebelumnya, yang mana lebih tinggi dari 0.3% di bulan sebelumnya.(WD)

Related posts