Reuter’s Poll : Ekspor Korea Selatan Akan Turun Di Bulan Januari

Sebuah jajak pendapat dari Reuters memperkirakan bahwa ekspor Korea Selatan akan turun dalam dalam laju yang lebih cepat di bulan Januari, yang sebagian besar disebabkan oleh lebih sedikitnya hari kerja terkait libur Tahun Baru Imlek serta ditengah kekhawatiran terhadap penyebaran virus corona yang berpotensi membebani laju pemulihan ekonominya.

Pengiriman keluar negeri selama bulan ini diperkirakan turun 7.8% dari periode yang sama setahun sebelumnya, sehingga memperpanjang kontraksi dalam 14 bulan berturut-turut, melanjutkan penurunan 5.2% di bulan Desember.

Akan tetapi diluar jumlah hari kerja yang lebih sedikit di bulan ini, sebagian besar ekonom melihat laju pertumbuhan ekspor mengalami perubahan yang positif di bulan Februari mendatang di tengah tanda-tanda pemulihan penjualan produk chip dan laju permintaan dari pasar Cina.

Park Sung-woo selaku ekonom di DB Financial Investment mengatakan bahwa penurunan ekspor kemungkinan akan semakin melebar di bulan ini dari bulan sebelumnya, namun laju pertumbuhan ekspor akan berubah positif di bulan depan akibat dari efek yang berlawanan.

Data awal menunjukkan ekspor Korea Selatan dalam 20 hari pertama Januari mencatat penurunan 0.2% dari tahun sebelumnya, menandai penurunan terkecil dalam setahun, karena penjualan chip yang lebih baik.

Namun para analis menilai bahwa penyebaran virus yang berasal dari pusat kota Wuhan di provinsi Hubei Cina, kemungkinan besar akan menjadi beban sehingga memberikan tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi Korea Selatan yang sangat bergantung pada sektor perdagangannya.

Sementara itu kepala ekonom di Hi Investment & Securities, Park Sang-hyun menyatakan bahwa meskipun pihaknya memperkirakan laju pertumbuhan ekspor mengalami perubahan positif pada bulan Februari, kemungkinan rebound yang terjadi tidak kuat, mengingat kemungkinan perlambatan sementara dalam laju permintaan dari Cina terkait wabah virus yang tengah berlangsung, sehingga perkembangan virus tersebut akan berfungsi sebagai variabel penting untuk pemulihan ekspor Korea Selatan secara lebih jauh.

Sebelumnya menteri keuangan Korea Selatan telah berjanji untuk menstabilkan pasar keuangan jika volatilitas pasar memburuk, seraya menambahkan bahwa wabah tersebut dapat menekan laju ekspor dan pertumbuhan ekonomi di negeri ginseng itu.

Dalam jajak pendapat yang sama, sebanyak 11 ekonom secara terpisah memperkirakan harga konsumen Korea Selatan rata-rata naik 1.1% di bulan Januari untuk tingkat tahunan, lebih cepat dari kenaikan 0.7% pada bulan Desember. Mereka juga melihat bahwa output industri di bulan Desember mencatat kenaikan hingga 0.5% dari bulan sebelumnya.(WD)

Related posts