Header Ads

Reuter’s Poll : Indeks Sentimen Tankan Berada Dalam Kondisi Yang Buruk

Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan produsen besar di Jepang dalam periode tiga bulan hingga Maret, kemungkinan akan berada dalam kondisi yang buruk hingga ke level terendahnya dalam lebih dari tujuh tahun terakhir.

Survei sentimen bisnis Tankan di periode triwulan dari Bank of Japan diperkirakan akan menunjukkan indeks utama untuk kepercayaan produsen besar turun menjadi minus 10 di bulan Maret dari kisaran nol di tiga bulan sebelumnya.

Jika sesuai dengan hasil jajak pendapat, maka penurunan di periode triwulan ini akan menjadi penurunan dalam periode lima kuartal secara beruntun dan hasil terburuk sejak Desember 2012 saat indeks tersebut berada di minus 12, sesaat setelah pemerintah Perdana Menteri Shinzo Abe memulai kebijakan stimulus Abenomics secara besar-besaran.

Disebutkan pula dalam hasil jajak pendapat terhadap 15 orang ekonom, indeks sentimen untuk non-produsen besar juga cenderung memburuk menjadi plus 6 di bulan Maret, sesuai dengan level yang terlihat di Maret 2013, dari plus 20 dalam survei sebelumnya di bulan Desember.

Akane Yamaguchi sebagai peneliti di Daiwa Institute of Research, mengatakan bahwa pihaknya berharap sentimen bisnis untuk produsen dan sektor jasa akan memburuk secara tajam akibat penyebaran infeksi virus corona, sehingga menyebabkan turunnya permintaan dan gangguan pasokan.

Selain itu risiko resesi di Jepang maupun di luar negeri mengalami peningkatan secara cepat, yang mana kondisi perusahaan akan terus memburuk karena tidak ada tanda-tanda berakhirnya pandemi virus.

Perkiraan ini mencerminkan keprcayaan bisnis yang sama-sama mengkhawatirkan turun ke posisi terendahnya dalam dekade ini di bulan Maret dalam jajak pendapat Reuters Tankan di pekan ini.

BOJ dan pemerintah Jepang telah meningkatkan langkah-langkah untuk membantu pasar keuangan dan bisnis mengatasi krisis kesehatan.

Terlihat dari upaya bank sentral yang telah meningkatkan pembelian aset berisiko dan sekaligus menciptakan program baru untuk mengatasi ketegangan pendanaan perusahaan dalam pertemuan darurat di awal pekan.

Menyoroti tekanan pada laba, perusahaan besar diperkirakan akan memotong rencana belanja modal mereka sebesar 1.1% untuk tahun fiskal baru dari bulan April.

Jajak pendapat tersebut juga menunjukkan perkiraan untuk indeks harga konsumen inti (CPI) Tokyo, yang meliputi produk minyak tetapi tidak termasuk harga makanan segar, yang akan mencatat kenaikan sebesar 0.4% pada bulan Maret dari periode yang sama di tahun sebelumnya, melambat dari kenaikan 0.5% pada bulan Februari, akibat penurunan harga minyak mentah.(WD)

Related posts