Reuters Poll : Laju Ekspor Impor Cina Diperkirakan Turun

Sebuah hasil jajak pendapat Reuters terhadap 30 ekonom, menyampaikan bahwa laju perdagangan Cina kemungkinan besar masih akan terhambat seiring laju ekspor impor negara tersebut yang diperkirakan turun dalam dua bulan berturut-turut, sehingga menambah kekhawatiran terhadap risiko perlambatan ekonomi yang lebih tajam.

Sebagai negara ekonomi terbesar kedua dunia, perdagangan Cina akan diawasi dengan ketat oleh para investor sehingga penurunan laju perdagangannya akan menimbulkan kecemasan tersendiri terhadap risiko melambatnya permintaan dan pertumbuhan global.

Impor Cina diperkirakan turun 10% di bulan Januari dari tahun sebelumnya, yang sekaligua akan mencatat penurunan terbesarnya sejak Juli 2016. Perkiraan penurunan tersebut lebih besar dibandingkan penurunan 7.6% pada bulan Desember. Sementara ekspor Cina di bulan Januari kemungkinan juga akan mengalami kontraksi, meskipun tidak terlalu besar dan diperkirakan laju pengiriman akan turun sebesar 3.2% dibanding tahun sebelumnya. Perkiraan laju ekspor ini lebih rendah dibandingkan penurunan 4.4% pada bulan Desember sebelumnya.

Sebagian besar analis percaya bahwa penangguhan kenaikan tarif lebih lanjut menjadi hasil dari perundingan antara AS dengan Cina, sebagai upaya untuk mempertahankan tekanan terhadap eksportir Cina sembari menghindari potensi gejolak dalam jangka pendek. Dalam jajak pendapat tersebut dikatakan bahwa penyusutan surplus perdagangan Cina telah meningkat secara tajam menjadi $33.5 milliar di bulan Januari dari $57.06 milliar di bulan sebelumnya.

Dengan demikian para analis menilai bahwa data ekonomi Cina dalam dua bulan pertama tahun ini, harus diperhatikan dengan seksama, seiring terjadinya distorsi di sektor bisnis yang disebabkan libur panjang Tahun Baru Imlek. Sebagian besar responden jajak pendapat tersebut memperkirakan terjadinya kontraksi impor Cina di bulan Januari dengan proyeksi penurunan hingga 20.1%.

Para pembuat kebijakan di Cina telah melacak secara detail sejumlah proyek-proyek infrastruktur dengan cepat serta memangkas kebijakan tarif impor guna menghidupkan kembali laju permintaan domestik. Namun nampaknya langkah-langkah tersebut akan membutuhkan waktu untuk memulainya dan banyak analis mengatakan bahwa ekonomi masih belum stabil hingga pertengahan tahun ini.(WD)

Related posts