Reuter’s Poll : Output Pabrik Jepang Mencatat Kenaikan Di Bulan September

Sebuah jajak pendapat yang dilakukan oleh Reuters menyebutkan bahwa output pabrik Jepang kemungkinan akan mengalami pertumbuhan dalam empat bulan secara beruntun di bulan September, seiring pemulihan permintaan eksternal menyusul aktifitas ekonomi yang meningkat secara bertahap.

Hasil jajak pendapat terhadap 16 ekonom menunjukkan bahwa output industri diperkirakan naik 3.2% pada September dari bulan sebelumnya, namun laju peningkatan dinilai telah melambat dari rekor lompatan 8.7% pada Juli.

Kepala ekonom di Dai-ichi Life Research Institute, Yoshiki Shinke mengatakan bahwa pihaknya memperkirakan output pabrik akan tumbuh dipimpin oleh sektor otomotif, dan laju ekspor jelas mengalami pemulihan seiring dengan meningkatnya aktifitas ekonomi luar negeri, sehingga hasil output pabrik diharapkan pulih dipimpin oleh ekspor.

Selain itu penjualan ritel diperkirakan turun 7.7% pada September dari tahun sebelumnya karena pandemi membuat konsumen tetap di rumah, yang mana Kementerian perdagangan akan mengumumkan data penjualan ritel pada 29 Oktober mendatang.

Sementara untuk tingkat pengangguran nasional kemungkinan akan mengalami kenaikan tipis menjadi 3.1% di bulan September dari 3.0% di bulan Agustus serta rasio jobs-to-applicants, yang dipakai sebagai ukuran ketersediaan pekerjaan, kemungkinan akan tetap stabil di 1.04.

Seorang analis mengatakan beberapa lagi orang sudah mulai mencari pekerjaan, yang membawa mereka kembali ke data tetapi merupakan bagian dari alasan tingkat pengangguran yang sedikit lebih tinggi karena mereka belum menemukan pekerjaan.

Disebutkan juga bahwa indeks harga konsumen inti (CPI) Tokyo, yang mencakup produk minyak tetapi tidak termasuk harga makanan segar, kemungkinan akan mengalami turun 0.5% di bulan Oktober dari tahun sebelumnya yang dipimpin oleh penurunan harga energi.

Para ekonom juga menemukan bahwa Bank of Japan akan mempertahankan suku bunga kebijakannya pada minus 0.1% dan target imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 10 tahun di kisaran nol persen, saat pertemuan kebijakan bank sentral pada pekan depan.(WD)

Related posts