Reuters Poll: Peluang Resesi AS Meningkat

Ada peluang satu banding empat bahwa AS memasuki resesi dalam 12 bulan ke depan, sebuah skenario yang seharusnya membuat Federal Reserve dari menahan menaikkan suku bunga bulan depan, menurut jajak pendapat Reuters para ekonom yang sekarang hanya mengharapkan satu kenaikan suku bunga tahun ini.

Mengingat perlambatan ekonomi global dan prospek pertumbuhan AS yang redup, para ekonom mengatakan siklus pengetatan The Fed kemungkinan akan berhenti sebelum Juli.

Sementara pasar keuangan telah pulih dari aksi jual mendalam pada akhir tahun lalu, jajak pendapat periodeĀ  8-14 Februari dari lebih dari 110 ekonom menunjukkan pemangkasan terhadap prospek pertumbuhan ekonomi AS dan jumlah kenaikan suku bunga Fed tahun ini dan selanjutnya.

“Ada banyak ketidakpastian dan ada beberapa alasan bagus untuk memperkirakan perlambatan pada 2019 dibandingkan pada 2018,” kata Jim O’Sullivan, kepala ekonom A.S. di High Frequency Economics.

Pertumbuhan ekonomi AS diperkirakan melambat dan rata-rata 2,4 persen tahun ini, turun dari Januari dan terendah sejak April tahun lalu.

Pada hari Rabu, Presiden AS Donald Trump mengatakan pembicaraan perdagangan dengan China “berjalan sangat baik” karena dua negara ekonomi terbesar di dunia berusaha menyelesaikan perang tarif mereka sebelum tenggat waktu 1 Maret.

Jajak pendapat Reuters dalam beberapa bulan terakhir telah berulang kali menyoroti perang perdagangan AS-China sebagai risiko penurunan yang menonjol bagi ekonomi Amerika.

Lebih dari setengah ekonom yang menjawab pertanyaan tambahan memperingatkan bahwa eskalasi lebih lanjut dalam perang perdagangan akan membawa resesi AS berikutnya.

Itu dibandingkan dengan sekitar 60 persen ekonom dalam jajak pendapat bulan Juli 2018 yang mengatakan perang dagang tidak menimbulkan risiko yang signifikan.

Ekspektasi untuk ukuran inflasi yang dipakai Fed juga sedikit menurun dari bulan lalu.

Related posts